ADVERTISEMENT

Misi Bikin Aceh Bergejolak di Balik Kasus Kapten Intel Ditembak

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 24 Mar 2022 07:00 WIB
Tampang 3 penembak Dantim Bais Pidie Aceh
Tiga terdakwa kasus penembakan dantim Bais Pidie, Aceh (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Terungkap sebuah misi di balik kasus penembakan komandan tim (dantim) Badan Intelijen Strategis (Bais) wilayah Pidie Kapten Abdul Majid. Misi tersebut adalah membuat Aceh bergejolak.

Hal itu terungkap dalam persidangan dari tiga terduga pelaku penembakan. Dikutip dari situs Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Sigli, Selasa (22/3), tiga terdakwa penembak Majid adalah Murdani, Faisal, dan Darmi.

Peran Ketiga Penembak

Pada April 2021, Darmi disebut menghubungi Murdani agar datang ke kebun cabai miliknya di Desa Mali, Kecamatan Sakti, Pidie, Aceh. Dalam percakapan lewat ponsel, Darmi mengaku ingin membicarakan sesuatu secara langsung. Sehari berselang, Murdani disebut datang menemui Darmi.

Di sanalah Darmi disebut menyampaikan keinginannya untuk membangkitkan konflik supaya Aceh bergejolak. Aksi itu disebut dipimpin U dan AA, yang berada di luar negeri.

Untuk di Aceh, kelompok itu dipimpin H (telah meninggal dunia) dan AD yang berasal dari Meulaboh, Aceh Barat. Dua bulan berselang, Darmi dan Faisal datang ke Meulaboh untuk menemui AD pada Juni 2021.

Dalam pertemuan itu, Darmi mendapatkan mandat dan dibaiat sebagai Ketua Komando Wilayah Pidie. Sebulan setelah Darmi menjadi pimpinan wilayah Pidie, Murdani datang ke kebun Darmi untuk merealisasikan rencana tersebut.

Murdani juga disebut menyerahkan satu magasin senjata api laras panjang jenis AK serta 20 butir peluru aktif. Barang-barang itu selanjutnya disimpan Darmi di gubuk bambu di kebun cabai miliknya.

1 Pimpinan Ditangkap

Pimpinan kelompok yang berdomisili di Aceh Barat, Abu Daod, telah ditangkap polisi. Tersangka kini telah ditahan atas kepemilikan amunisi.

"Untuk tersangka atas nama Abu Daod, saat ini sudah ditahan di Rutan Mapolres Pidie dalam perkara kepemilikan amunisi," kata Kabid Humas Polda Aceh Kombes Winardy saat dimintai konfirmasi detikcom, Selasa (22/3/2022).

Winardy tidak menjelaskan secara rinci kapan dan di mana Daod ditangkap. Menurutnya, berkas perkara Daod telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Pidie.

"Berkas perkara sudah dilimpahkan ke kejaksaan dan hasil koordinasi dengan JPU bahwa insyaallah hari Kamis minggu ini, berkas sudah dinyatakan lengkap (P21)," jelas Winardy.

Terkait penembakan Kapten Intel TNI, simak selengkapnya di halaman berikut

Saksikan juga 'Penampakan Tahanan Narkoba yang Tembak Mati Perwira Polda Gorontalo':

[Gambas:Video 20detik]





ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT