ADVERTISEMENT

1 Pimpinan Penembak Kapten Intel TNI di Aceh Ditangkap!

Agus Setyadi - detikNews
Selasa, 22 Mar 2022 16:31 WIB
Kabid Humas Polda Aceh Kombes Winardy (Agus Setyadi/detikcom)
Kabid Humas Polda Aceh Kombes Winardy (Agus Setyadi/detikcom)
Banda Aceh -

Terduga penembak komandan tim (dantim) Badan Intelijen Strategis (Bais) wilayah Pidie Kapten Abdul Majid diduga punya misi ingin membuat Aceh bergejolak. Pimpinan kelompok yang berdomisili di Aceh Barat, Abu Daod, telah ditangkap polisi.

"Untuk tersangka atas nama Abu Daod, saat ini sudah ditahan di Rutan Mapolres Pidie dalam perkara kepemilikan amunisi," kata Kabid Humas Polda Aceh Kombes Winardy saat dimintai konfirmasi detikcom, Selasa (22/3/2022).

Winardy tidak menjelaskan secara rinci kapan dan di mana Daod ditangkap. Menurutnya, berkas perkara Daod telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Pidie.

"Berkas perkara sudah dilimpahkan ke kejaksaan dan hasil koordinasi dengan JPU bahwa insyaaallah hari Kamis minggu ini, berkas sudah dinyatakan lengkap (P21)," jelas Winardy.

Sebelumnya, tiga terduga penembak Majid, yakni Murdani, Faisal, dan Darmi, diduga memiliki misi ingin mengacaukan Aceh. Kelompok itu dipimpin U dan AA yang berada di luar negeri.

Untuk di Aceh, pimpinan kelompok itu adalah H (telah meninggal dunia) dan Abu Daod yang berasal dari Meulaboh, Aceh Barat. Dikutip dari situs Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Sigli, pada April 2021, Darmi disebut menghubungi Murdani agar datang ke kebun cabai miliknya di Desa Mali, Kecamatan Sakti, Pidie, Aceh.

Dalam percakapan lewat ponsel, Darmi mengaku ingin membicarakan sesuatu secara langsung. Sehari berselang, Murdani disebut datang menemui Darmi.

Di sanalah Darmi disebut menyampaikan keinginannya untuk membangkitkan konflik supaya Aceh bergejolak. Dua bulan berselang, Darmi dan Faisal datang ke Meulaboh untuk menemui Abu Daod pada Juni 2021.

Dalam pertemuan itu, Darmi mendapatkan mandat dan dibaiat sebagai Ketua Komando Wilayah Pidie. Sebulan setelah Darmi menjadi pimpinan wilayah Pidie, Murdani datang ke kebun Darmi untuk merealisasikan rencana tersebut.

Murdani juga disebut menyerahkan satu magasin senjata api laras panjang jenis AK serta 20 butir peluru aktif. Barang-barang itu selanjutnya disimpan Darmi di gubuk bambu di kebun cabai miliknya.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT