ADVERTISEMENT

Kemnaker Perluas Peluang Kerja Tenaga Profesional di Republik Korea

Atta Kharisma - detikNews
Rabu, 23 Mar 2022 21:09 WIB
Kemnaker
Foto: Kemnaker
Jakarta -

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menyampaikan pemerintah memiliki strategi untuk meningkatkan pemberdayaan penduduk usia produktif. Salah satunya, memperluas kesempatan kerja bagi tenaga profesional yang bekerja di Republik Korea.

"Rencana perluasan kesempatan kerja sektor formal tenaga profesional di Republik Korea merupakan usaha pemerintah dalam menekan angka pengangguran serta untuk meningkatkan pemberdayaan angkatan kerja yang produktif," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (23/3/2022).

Hal ini ia sampaikan usai menerima Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Indonesia untuk Republik Korea Gandi Sulistiyanto di Kantor Kemnaker Jakarta. Ida mengatakan pada bulan Mei 2022, Kemnaker dan Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Korea telah menandatangani MoU tentang kerja sama bidang hubungan kerja dan tenaga kerja bagi awak kapal perikanan yang bekerja pada kapal ikan berbendera Korea.

"MoU ini merupakan kerja sama dalam skema G to G di bidang penempatan dan pelindungan awak kapal perikanan Indonesia di Republik Korea di bawah Foreign Seafarer System," ungkapnya.

Ida menjelaskan pihaknya kini tengah mengembangkan aplikasi pelayanan penempatan ke luar negeri secara online, khususnya bagi negara yang telah memiliki MoU dengan Indonesia.

"Nantinya, mekanisme pelayanan ini akan disesuaikan berdasarkan business process yang telah disepakati oleh kedua negara, sehingga pendataan lebih akurat dan akuntabel dapat mempermudah monitoring dan pengawasan PMI," imbuhnya.

Pembukaan kesempatan kerja di Republik Korea ini diharapkan dapat memperluas peluang kerja bagi warga Indonesia. Selain itu, Ida pun berharap pembukaan kesempatan kerja ini dapat meningkatkan pertukaran keterampilan dan pengetahuan antar kedua negara, mengembangkan mekanisme pelindungan serta pendataan PMI yang lebih akurat dibandingkan mekanisme penempatan secara mandiri.

"Ini dapat menjadi masukan yang baik bagi Pemerintah Indonesia dalam penjajagan penempatan dan pelindungan pekerja profesional Indonesia di Republik Korea," pungkasnya.

(fhs/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT