ADVERTISEMENT

Penyeludupan 25 Pekerja Migran Ilegal Asal Lebak ke Australia Digagalkan

Fathul Rizkoh - detikNews
Rabu, 23 Mar 2022 18:27 WIB
Upaya penyelundupan 25 orang calon pekerja migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Lebak, Banten, digagalkan Kemnaker dan BP2MI. Para calon PMI hendak diselundupkan ke Australia (Fathul R/detikcom)
Upaya penyelundupan 25 orang calon pekerja migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Lebak, Banten, digagalkan Kemnaker dan BP2MI. Para calon PMI hendak diselundupkan ke Australia. (Fathul R/detikcom)
Lebak -

Upaya penyelundupan 25 orang calon pekerja migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Lebak, Banten, digagalkan. Para calon PMI hendak diselundupkan ke Australia.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Lebak Tajudin Yamin mengatakan upaya penyelundupan itu terjadi pada awal 2022. Mereka diamankan ketika sedang berkumpul di Bekasi bersama 95 orang lainnya.

"Hampir menjadi korban penyalur pekerja migran ilegal. Ada 120 orang dari berbagai daerah, 25 orang di antaranya dari Lebak," ujar Tajudin kepada wartawan, Rabu (23/3/2022).

Rencana penyelundupan itu digagalkan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).

Namun Tajudin tidak menyebut rinci identitas dari 25 orang tersebut. Mereka berasal dari Wanasalam, Cirinten, dan Cigemblong.

Rencananya, 25 orang tersebut akan dipekerjakan di salah satu perkebunan buah. Ketika ditelusuri, perusahaan penyalur tersebut tidak mempunyai dokumen yang lengkap.

Dokumen itu seperti surat rekomendasi palsu dan visa yang digunakan pun merupakan visa turis, yang aktif selama 12 hari.

"Jadi, ketika diperiksa, mereka mempunyai dokumen legal. Rekomendasinya dari wilayah lain, bukan dari sini. Visanya pun pakai visa turis, cuma 12 hari. Kalau visa habis, kan harus dideportasi. Mau bekerja juga kucing-kucingan," jelasnya.

Sebanyak 25 orang tersebut lalu dipulangkan ke rumah masing-masing. Pihaknya juga terus memantau 25 orang tersebut agar tidak kembali diajak oleh perusahaan penyalur.

Dia pun mengimbau kepada warga Lebak agar tidak tergiur oleh iming-iming pekerjaan yang menghasilkan gaji besar di luar negeri.

"Imbauannya, jangan mudah tergiur dengan gaji besar. Harus cari tahu dulu yang ngajak itu siapa, penyalurnya siapa, nanti kerjanya apa di sana, bayarannya berapa, semua harus dicari tahu," katanya.

(jbr/jbr)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT