HNW Minta Kemenag Perjuangkan Penambahan Kuota Haji

ADVERTISEMENT

HNW Minta Kemenag Perjuangkan Penambahan Kuota Haji

Muhamad Yoga Prastyo - detikNews
Rabu, 23 Mar 2022 17:02 WIB
Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW)
Foto: Dok. MPR
Jakarta -

Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW) menyambut baik kabar dibukanya kedatangan jemaah haji di luar Arab Saudi pada pelaksanaan haji tahun 2022 ini. Dirinya pun lantas meminta pemerintah melalui Kementerian Agama agar menyiapkannya secara maksimal.

HNW juga meminta agar pemerintah menyiapkan kuota haji secara adil dan juga memperhatikan kesehatan para jemaah di tengah situasi COVID-19 ini. Selain itu, ia juga meminta agar pemerintah memastikan biaya penyelenggaraan ibadah haji menjadi lebih efisien dan tidak memberatkan calon jemaah.

"Alhamdulillah, kami bersyukur mendengar kabar pembukaan haji tahun ini juga untuk jemaah haji dari Indonesia. Penting Kemenag memperjuangkan agar Indonesia bisa mendapatkan kuota terbaik, sehingga akan lebih banyak calon Jemaah haji yang bisa berangkat pada tahun ini. Mengingat daftar tunggu yang semakin panjang akibat 2 musim haji jemaah calon haji dari Indonesia tidak diberangkatkan karena COVID-19, kecuali jumlah yang sangat sedikit dari WNI yang mukim di Arab Saudi," ucap HNW dalam keterangan tertulis, Rabu (23/3/2022).

"Selain itu kami pastikan bahwa Fraksi PKS dan komisi VIII di DPR akan terus mengawal persiapan haji serta mengoreksi usulan dari Kemenag soal biaya perjalanan ibadah haji agar tidak memberatkan calon jemaah haji," sambungnya.

HNW pun menjelaskan bahwa kenaikan biaya haji reguler berdasarkan usulan Menteri Agama (Menag) dalam rapat kerja DPR (20/2) belum menjadi keputusan, Ia mengatakan bahwa usulan ini masih mendapatkan penolakan dari Komisi VII DPR dan juga masyarakat.

Dalam pembahasan terakhir Komisi VII DPR dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) pada (21/3) juga disebutkan bahwa BPKH belum menerima rincian komponen biaya haji yang diusulkan Menag. Dengan demikian, maka belum bisa ditentukan secara pasti berapa biaya haji tahun 2022.

Lebih lanjut, HNW juga menuturkan bahwa Fraksi PKS sudah menyampaikan secara langsung agar koordinasi antara BPKH dengan Dirjen Haji dan Umrah Kemenag dimaksimalkan supaya bisa disepakati usulan biaya perjalanan haji yang tidak memberatkan calon jemaah.

"FPKS di komisi VIII DPR-RI sejak awal mengkritisi dan menolak usulan Menag terkait kenaikan signifikan biaya haji dari Rp 35 juta ke Rp 45 juta. Selain memberatkan, kenaikan biaya haji juga tidak sesuai dengan RKAT keuangan haji yang telah disepakati bersama di Komisi VIII DPR-RI," ujarnya.

Sebelumnya, biaya perjalanan haji diproyeksikan akan naik maksimal Rp 38,745 juta berdasarkan RKAT keuangan haji tahun 2022. HNW lantas mengingatkan Kemenag agar mengacu kepada RKAT yang telah disusun bersama itu.

"Sekarang dan ke depan kondisi status pandemi sudah diubah menjadi endemi, kebijakan karantina dan tes COVID-19 sudah tidak berlaku. Bahkan di Arab Saudi sekalipun, sehingga seharusnya bisa dilakukan efisiensi yang bisa dipergunakan untuk menutupi sebagian peningkatan biaya akibat volatilitas nilai tukar dan naiknya harga minyak dunia. Tetapi hendaknya Pemerintah RI juga mempergunakan momentum naiknya harga minyak dunia yang berimbas sangat menguntungkan bagi Arab Saudi, untuk melobi pihak otoritas di Saudi agar dapat memberikan keringanan bagi calon jemaah haji dari Indonesia yang pada gilirannya akan berdampak pada pengurangan beban pembiayaan perjalanan haji," tuturnya.

Dirinya pun berharap agar Menag yang kini tengah berada di Arab Saudi agar bisa menegosiasikan penangguhan pengenaan pajak bagi jemaah haji Indoneisa. Dengan begitu maka dapat membantu menekan biaya perjalanan haji.

"Semoga semua upaya bersama ini bisa mengobati kerinduan dan kekecewaan para calon jemaah haji yang telah batal berangkat selama 2 tahun, sehingga mereka nantinya bisa melaksanakan haji dengan tentram, tenang, aman dari persoalan kesehatan dan keuangan, agar haji mereka mabrur, yang akan menjadikan doa-doa mereka dikabulkan Allah, doa untuk kebaikan, kesejahteraan dan kesehatan bagi bangsa, dan negara Indonesia," pungkasnya.

(akn/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT