BNN Musnahkan 339,97 Kg Sabu-16.532 Ekstasi di Bogor

Rizky Adha Mahendra - detikNews
Rabu, 23 Mar 2022 01:33 WIB
Kepala BNN RI, Komjen Petrus Reinhard Golose (Dok istimewa)
Foto: Kepala BNN RI, Komjen Petrus Reinhard Golose (Dok istimewa)
Bogor - Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) memusnahkan ratusan kg narkotika jenis sabu dan belasan ribu butir ekstasi. Hal itu dilakukan dalam rangka peringatan hari ulang tahun BNN yang ke-20 di Balai Besar Rehabilitasi BNN Lido, Kabupaten Bogor.

"Dalam rangka memperingati dua dasawarsa sebagai pengemban tugas dalam Pencegahan dan Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), BNN RI memusnahkan barang bukti narkotika berupa 339.971,82 gram (339,97 kg) sabu dan 16.532 butir ekstasi," kata Kepala BNN RI, Komjen Petrus Reinhard Golose melalui keterangan tertulis, Selasa (22/3/2022).

Narkoba yang dimusnahkan itu merupakan hasil pengungkapan sembilan kasus. Mulai dari Januari Hingga Februari tahun ini.

"Barang bukti narkotika yang dimusnahkan merupakan hasil pengungkapan sembilan kasus tindak pidana narkotika periode Januari sampai dengan Februari dengan melibatkan 24 orang tersangka," lanjutnya.

Pada kasus pertama, BNN RI mengamankan 10.571 gram sabu dari 3 orang tersangka, masing-masing berinisial IKA, MN, dan AM di sebuah area parkir mobil RSUD kawasan MT. Haryono, Balikpapan Tengah, Balikpapan, Kalimantan Timur, pada Jumat (7/1). Modusnya dengan menaruh narkoba di dalam mobil, kemudian pembeli membawa serta mobil tersebut.

"Modus operandi yang digunakan oleh para tersangka adalah dengan menyembunyikan paket sabu yang dibungkus dengan kemasan teh Cina di antara dinding bak samping kanan dan kiri mobil double cabin. Mobil berisi sabu tersebut kemudian diserahterimakan disebuah area parkir dengan kondisi pintu tidak terkunci. Selanjutnya kunci mobil disembunyikan tersangka di bawah karpet lantai mobil bagian kemudi untuk memudahkan tersangka lainnya membawa mobil tersebut," ungkapnya.

Kedua, BNN RI mengamankan dua orang tersangka berinisial AJ dan YT di dalam mobil yang berada di kawasan Lubuk Gaung, Dumai, Riau dengan barang bukti dua tas ransel yang di dalamnya terdapat bungkusan kertas kado berisi plastik sebanyak lima bungkus kemasan teh warna hijau berisi sabu pada Sabtu (8/1). Sehingga total terdapat 10 bungkus plastik kemasan teh berisi sabu dengan total berat keseluruhan 10.562,6 gram.

"Kedua tersangka mengaku mendapatkan sabu tersebut dari seseorang berinisial EP alias M di dalam perkebunan kelapa sawit. Petugas selanjutnya mengamankan EP alias M dengan turut menyita 120 bungkus sabu yang disimpan di dalam 4 buah karung dengan total berat keseluruhan 128.827,2 gram. Sehingga jumlah barang bukti narkotika yang disita dari kasus ini adalah sebanyak 139.389,8 gram sabu," terangnya.

Ketiga, BNN RI menyita barang bukti berupa 36.870,4 gram sabu dan 16.586 butir ekstasi dari dua orang tersangka berinisial RS dan RA. Keduanya diamankan di kawasan Lubuk Gaung, Dumai, Riau, pada Sabtu (8/1).

"Keempat, BNN RI mengungkap jaringan sindikat narkotika berinisial A yang diketahui akan menyelundupkan narkotika dari Pontianak ke Banjarmasin. Dari profiling dan surveillance yang dilakukan petugas, diamankan tiga orang tersangka yaitu R, R bin M, dan J, di dua tempat berbeda di Pontianak, Kalimantan Barat, pada Jumat (14/1). Total barang bukti yang disita pada jaringan ini adalah sebanyak 31.632,3 gram sabu," bebernya.

Kelima, pengungkapan kasus melibatkan empat tersangka. Masing-masing berinisial B alias B bin BA, F bin MJ, MAA alias S bin A, dan J alias N bin MR.

"Keempatnya diidentifikasi sebagai jaringan sindikat narkotika wilayah Pidie Jaya-Aceh. Barang bukti yang disita dari kasus ini adalah 106.312 gram sabu yang dibungkus di dalam kemasan teh yang disembunyikan di dalam karung," lanjutnya.

Keenam, BNN RI mengamankan dua orang tersangka dengan inisial F alias J dan I pada Jumat (28/1). Keduanya diamankan di tempat berbeda di sebuah kawasan Aceh Utara, Aceh dengan barang bukti yang disita berupa 9.597,7 gram sabu yang dibungkus dalam kemasan teh.

"Ketujuh, narkotika jenis sabu seberat 27,5 gram diselundupkan melalui jasa pengiriman. Setelah dilakukan penyelidikan terhadap paket tersebut, diketahui bahwa nama dan alamat pengirim adalah fiktif," tukasnya.

Kedelapan, BNN RI bersama BNN Provinsi DKI Jakarta berhasil mengamankan tiga orang tersangka, yang dua diantaranya merupakan target pengejaran petugas daftar pencarian orang (DPO) pada kasus narkotika yang sebelumnya pernah diungkap. Ketiga tersangka masing-masing berinisial S alias J, H alias I, dan YS alias B. Ketiganya ditangkap di tempat berbeda di daerah Bogor, dengan jumlah barang bukti berupa 661,5 gram sabu.

"Terakhir, pengungkapan kasus berawal dari diamankannya dua orang tersangka berinisial Y alias Yus dan MR alias W di Katingan, Kalimantan Tengah, pada Senin (21/2). Dari mobil yang dikendarainya, petugas berhasil menemukan barang bukti lima bungkus narkotika jenis sabu seberat 5.275 gram yang disembunyikan di dalam door trim. Petugas kemudian melakukan controlled delivery dan mengamankan tersangka lainnya, yaitu H alias K di Palangkaraya, Kalimantan Tengah," pungkasnya.

(isa/isa)