TKI Asal Serang di Dubai Terancam Penjara-Denda Rp 800 Juta Gegara Masalah Ini

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Selasa, 22 Mar 2022 15:23 WIB
Caucasian woman holding gavel
Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/Tolimir)
Serang -

TKI asal Kabupaten Serang bernama Muninggar terancam penjara dan denda 200 ribu dirham atau kurang-lebih Rp 800 juta di Dubai, Uni Emirat Arab. TKI tersebut informasinya masih dalam proses persidangan karena tidak sengaja lalai bekerja dan membuat rumah majikan kebakaran hingga menimbulkan korban.

Kepala UPT Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Serang Joko Purwanto mengatakan kasus yang menimpa Muninggar itu sudah diurus oleh BP2MI dan sudah ditindaklanjuti. Perwakilan di Dubai menurutnya masih mendampingi kasus yang menimpa warga Kecamatan Pontang itu.

"Saat ini diurus oleh BP2MI pusat, BP2MI sudah bersurat ke perwakilan untuk menindaklanjuti kasus tersebut," ujar Joko dimintai konfirmasi detikcom di Serang, Banten, Selasa (22/3/2022).

Ia belum bisa memberikan informasi detail terkait masalah ini. Sebab, saat ini proses pendampingan masih berjalan di Dubai.

Terpisah, Saufi Alhabibi dari Serikat Buruh Migran (SBMI) Banten mengatakan, berdasarkan informasi, warga Pontang itu dikenai denda Rp 800 juta. Denda itu, katanya, bisa meringankan beban Muninggar dalam proses peradilan di sana.

"Ada informasi kalau seandainya si korban membayar diyat (denda) itu kemungkinan besar dikeluarkan di tahanan di sana, ini update dari Kemenlu hari Sabtu kemarin," kata Saufi dihubungi terpisah oleh detikcom.

SBMI juga sudah meminta BP2MI melalui UPT di Serang, termasuk Kemenlu, agar sebisa mungkin mendampingi dan meringankan Muninggar. Termasuk audiensi ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Banten belum lama ini.

Hasil audiensi dengan Disnakertrans Banten, mereka disebut memberikan perhatian pada perkara ini. Termasuk akan melayangkan permohonan agar warga Serang itu bisa dipulangkan.

"Mudah-mudahan langkah Disnaker melayangkan surat ke Kemenlu, Kemenaker agar langsung digenjot, diusahakan (membantu). Kemarin Disnaker juga sudah minta nota dinas ke gubernur," pungkasnya.

(bri/knv)