Pemprov Riau Tetapkan Siaga Darurat Karhutla hingga November 2022

Raja Adil Siregar - detikNews
Selasa, 22 Mar 2022 12:15 WIB
Kepala BPBD Riau (kiri) dan Juru Bicara Gubernr Riau (kanan)
Kepala BPBD Riau (kiri) dan juru bicara Gubernur Riau. (Raja/detikcom)
Pekanbaru -

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau hari ini menetapkan status siaga kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Penetapan ini untuk mencegah kebakaran di Riau akibat musim kemarau.

Penetapan siaga karhutla ditandatangani Gubernur Riau Syamsuar lewat SK Nomor 653/III/2022 tanggal 21 Maret 2022. SK siaga karhutla berlaku hingga November 2022.

"Hari ini Pemprov Riau menetapkan status siaga karhutla. SK penetapan status telah ditandatangani Pak Gubernur Riau, Senin kemarin, hingga 30 November 2022," ucap Kepala BPBD Riau M Edy Afrizal di kantor BPBD Riau, Selasa (22/3/2022).

Edy mengatakan penetapan status seiring dengan sudah ditetapkannya status yang sama oleh Pemkab Bengkalis, Meranti, dan Pelalawan. Penetapan status siaga empat daerah menjadi dasar penetapan status siaga di tingkat provinsi.

"Selain itu, penetapan status siaga karhutla Pemprov Riau juga setelah mendapatkan saran dan masukan dari jajaran TNI-Polri. Termasuk BMKG Pekanbaru," kata Edy.

Adapun luasan lahan terbakar sejak 1 Januari sampai hari ini tercatat 168,66 hektare. Rinciannya, Rokan Hulu 3 hektare, Rokan Hilir 3 hektare, Dumai 5,1 hektare, dan Bengkalis 74,2 hektare.

Kemudian, Kepulauan Meranti 6 hektare, Siak 4,28 hektare, Pekanbaru 3,13 hektare, Kampar 8 hektare, Pelalawan 22,7 hektare, Indragiri Hulu 6,75 hektare, Indragiri Hilir 32,5 hektare. Sementara untuk Kuantan Singingi tercatat masih nihil.

Selain itu, BMKG stasiun Pekanbaru telah memprediksi pada bulan Mei mendatang wilayah Riau akan masuk musim kemarau. Karena itu, masyarakat diimbau lebih waspada saat melakukan aktivitas di lahan dan hutan yang menggunakan api.

"Prediksi BMKG diperkirakan pada bulan Mei masuk musim kemarau. Sedangkan puncaknya pada bulan Juni hingga Juli," ujar Edy.

Juru bicara Gubernur Riau, Raja Hendra, mengatakan pihaknya minta masyarakat yang beraktivitas di lahan maupun hutan yang menggunakan api dapat lebih waspada. Hal itu untuk mengantisipasi terjadi kebakaran lahan.

"Masyarakat yang membuka lahan hendaknya jangan membakar. Kemudian yang mencari madu di hutan, pastikan api untuk mengusir lebah padam sebelum ditinggalkan," kata Hendra.

Hendra mencatat, sejak Januari 2022 hingga Maret, total hotspot di Riau terpantau sebanyak 183. Namun yang sudah dipastikan firespot atau titik kebakaran sebanyak 79 titik.

"Dengan kondisi tersebut, Senin, 14 Maret lalu, dilakukan rapat koordinasi bersama instansi terkait, seperti BMKG, Korem Wirabima, Polda Riau, Lanud Roesmin Nurjadin, dan OPD terkait. Hasilnya disepakati untuk mengusulkan penetapan status siaga darurat karhutla tingkat provinsi," imbuhnya.

(ras/fas)