ADVERTISEMENT

Pengungsi Rohingya Tinggalkan Desa di Aceh Bakal Dipindah ke Pekanbaru

Agus Setyadi - detikNews
Senin, 21 Mar 2022 14:46 WIB
Para imigran Rohingya yang terdampar di Aceh (dok. Istimewa)
Para imigran Rohingya yang terdampar di Aceh. (dok. Istimewa)
Bireuen -

Sebanyak 114 pengungsi Rohingya yang meninggalkan Desa Alue Buya Pasi, Kecamatan Jangka, Bireuen, Aceh, ditampung sementara di kantor Camat. Mereka rencananya bakal dipindah ke Pekanbaru.

"Sekarang ditampung sementara di gedung serbaguna kantor camat," kata Camat Jangka, Alfian saat dimintai konfirmasi, Senin (21/3/2022).

Alfian menjelaskan penampungan hanya sementara karena gedung tersebut bakal dipakai. Selain itu, di gedung itu tidak ada fasilitas MCK serta kamar mandi.

Pihak IOM, kata Alfian, baru memesan air bersih dari PDAM setempat untuk dibawa ke lokasi penampungan. Menurut Alfian, di lokasi bakal dibangun sekat untuk kamar mandi.

"Mereka tiba di sini kemarin jam 2 siang. Rencana semalam mau digeser ke Pekanbaru, Pemda sudah menyiapkan bus bahkan sudah diisi BBM untuk pemindahan ke Pekanbaru, mungkin di sana belum siap ditunda lagi," jelas Alfian.

Sebelumnya, para pengungsi tersebut meninggalkan desa karena tak terima ditegur warga. Teguran diberikan setelah warga memergoki tiga imigran berusaha melarikan diri.

"Kemarin mereka sudah meninggalkan Desa Alue Buya Pasi. Mereka membawa semua pakaian dan barang-barang mereka," kata Kepala Desa Alue Buta Pasi Muslem saat dimintai konfirmasi wartawan, Senin (21/3).

Muslem mengatakan, pada malam sebelum mereka meninggalkan desa, warga setempat mengetahui adanya tiga imigran kabur dari penampungan. Sejumlah masyarakat melakukan pencarian dan ketiganya ditemukan tengah bersembunyi.

Ketiga imigran itu disebut dibawa ke penampungan dan ditegur masyarakat. Menurut Muslem, imigran Rohingya tidak terima temannya ditegur sehingga memilih meninggalkan desa.

"Jam 10 kemarin mereka meninggalkan desa dengan berjalan kaki. Ketika tiba di perbatasan desa, mereka dicegat TNI-Polri," jelas Muslem.

"Mereka meninggalkan kampung kami karena tidak terima ditegur. Jadi kita nggak mengusir mereka, mereka sudah 15 hari tinggal di sini," ujarnya.

Lihat juga video 'Mendobrak Jalan Buntu Penantian Pengungsi ke Negara Impian':

[Gambas:Video 20detik]



(agse/lir)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT