Polusi Batu Bara di Marunda, 13 Warga Keluhkan ISPA-9 Radang Kulit

ADVERTISEMENT

Polusi Batu Bara di Marunda, 13 Warga Keluhkan ISPA-9 Radang Kulit

Karin Nur Secha - detikNews
Senin, 21 Mar 2022 12:03 WIB
Warga Marunda, Jakut, mengeluhkan gangguan pernapasan hingga penyakit kulit diduga akibat pencemaran polusi abu batu bara. (Wildan Noviansah/detikcom)
Ilustrasi/Foto: Warga Marunda, Jakut, mengeluhkan gangguan pernapasan hingga penyakit kulit diduga akibat pencemaran polusi abu batu bara (Wildan Noviansah/detikcom)
Jakarta -

Warga Marunda, Jakarta Utara, masih merasakan dampak dari abu polusi batu bara. Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara membuka posko kesehatan untuk melayani warga terdampak di Rusun Marunda.

"Bahwa Dinkes sudah hadir sejak minggu lalu, dengan bekerja sama dengan kantor lurah membuat posko kesehatan dan layanan door to door bagi penghuni Rusun Marunda," ujar Kasudin Kesehatan Jakarta Utara, Yudi Dimyati saat dimintai konfirmasi, Senin (21/3/2022).

Layanan kesehatan yang diberikan Dinkes Jakarta Utara berupa pemeriksaan kesehatan dan nantinya akan ditangani sesuai keluhannya. Kemudian, berdasarkan data yang dimiliki, kebanyakan warga mengeluhkan masalah pernapasan.

"Berdasarkan data Jumat (18/3), 13 warga mengeluhkan infeksi saluran napas atas, 9 warga mengeluhkan dermatitis (radang kulit) dan 2 warga mengeluhkan konjungtivitas atau gangguan mata," jelas Yudi.

"Infeksi saluran napas atas dan tidak ada yang mengeluhkan gejala yang berat," sambungnya.

Yudi mengatakan nantinya posko tersebut akan dibuka setiap hari untuk melayani masyarakat. Jika kunjungan nantinya sudah sepi, maka posko akan ditutup.

"Kita akan buka tiap hari kerja apabila kunjungan sudah sepi maka posko akan ditutup dan bila ada warga yang sakit dapat langsung datang ke poskes Rusun Marunda yang juga berada di Rusunawa Marunda," ungkap Yudi.

Diberitakan sebelumnya, Komisioner KPAI Retno Listyarti mengaku menerima sejumlah keluhan dari warga yang menjadi korban polusi batu bara. Di antaranya iritasi mata akibat partikel halus batu bara hingga masalah pernapasan.

Tak hanya itu melalui rekaman video, tampak abu batu bara masih mengotori lantai rumah warga. Abu menempel pada barang-barang rumah ataupun perkakas dapur. Dia lantas mempertanyakan kehadiran pemerintah daerah untuk warga Marunda.

"Selain iritasi mata, penyakit pernapasan, seperti batuk, pilek, dan radang tenggorokan, juga masih banyak dialami warga rusun Marunda. Oleh karena itu, perlu kehadiran Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara, yang menurut warga belum hadir hingga saat ini," kata Retno melalui keterangan tertulis, Minggu (20/3).

Simak Video 'Aksi Protes Warga Marunda Gegara Batu Bara Bikin Polusi:

[Gambas:Video 20detik]



(ain/lir)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT