ADVERTISEMENT

Cerita Penonton MotoGP Mandalika Jalan Kaki hingga 1 Jam karena Tak Ada Bus

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Minggu, 20 Mar 2022 21:50 WIB
Penonton MotoGP Mandalika jalan kaki
Penonton MotoGP Mandalika jalan kaki (Foto: dok. Istimewa (foto diberikan oleh narasumber bernama Doni)
Jakarta -

Penonton MotoGP Mandalika 2022 menceritakan pengalaman berjalan kaki hingga 1 jam ke parkiran utama Sirkuit Mandalika. Peristiwa itu terjadikarena shuttle bus gratis yang disediakan tiba-tiba tidak ada.

Pengalaman itu diceritakan Doni (40), penonton MotoGP Mandalika asal Surabaya, Jawa Timur (Jatim). Doni menyebut saat dirinya tiba di bandara tadi pagi, dia diantar oleh bus gratis ke Sirkuit Mandalika.

"Jadi memang awalnya kan dari sirkuitnya ini menyediakan transportasi kalau kedatangan. Jadi dari airport itu ada bus shuttle ke parkiran sirkuit, di parkiran sirkuit nanti ada lagi ke sirkuit, itu normal," kata Doni kepada detikcom melalui sambungan telepon, Minggu (20/3/2022).

Setelah balapan selesai, Doni bersama penonton lainnya menunggu bus. Akan tetapi, bus yang akan mengangkut mereka ke parkiran utama tidak ada.

"Pas pulangnya ketika penonton itu sama-sama pulang, sekian itu orang itu nggak ada penjemputan seperti di awal, jadi ada sirkuit ke parkiran utama, nah dari sirkuit ke parkiran utama itu berapa kilometer, jauh," jelasnya.

Lantaran bus yang ditunggu tak kunjung datang, Doni akhirnya memutuskan jalan kaki ke parkiran utama. Doni berjalan kaki menuju parkiran utama selama hampir 1 jam.

"Aku tadi hampir sejam-an jalan kaki, aku jalan kaki. Adik ku kebetulan dapat truk numpang, katanya truk genset. Jadi ribuan orang jalan kaki, jauh lho, dan itu nggak ada petugas. Sepanjang jalan itu nggak ada kafe atau apa, jadi kasihan orang-orang pas nggak bawa makanan, nggak bawa apa-apa," bebernya.

Doni menyebut saat menjelang magrib, ada 1 shuttle bus. Bus itu langsung diserbu penonton.

"Cuman ketika harinya sudah menjelang malam ada bus, cuma satu, tapi itu sudah sebagian itu dibajak sama penonton yang jengkel, diberhentiin. Jadi mereka maksa naik nggak sesuai dengan... Kan penonton itu ada gelang tiket untuk sesuai warna, kalau warnanya merah gelangnya dia harus naik bus yang warnanya merah, gelangnya biru dia harus naik bus yang warnanya biru. Itu nggak peduli warna, sudah busnya suruh berhenti, suruh ngangkut, saking jengkelnya, wis banyak caci maki itu tadi di jalan," kata Doni.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT