ADVERTISEMENT

Polisi Ungkap Dugaan Awal Penyebab Kapal Karam Bawa PMI Ilegal di Sumut

Perdana Ramadhan - detikNews
Minggu, 20 Mar 2022 20:35 WIB
Ilustrasi kapal tenggelam atau kecelakaan kapal(Dok detikcom)
Foto: Ilustrasi kapal tenggelam (Dok detikcom)
Asahan -

Polisi mengungkapkan dugaan awal kapal kayu nelayan yang membawa 90 calon pekerja migran Indonesia (PMI) secara ilegal hingga akhirnya karam dan tenggelam di wilayah perairan Asahan, Sumatera Utara (Sumut). Polisi menyebut kapal karam karena mengalami kebocoran.

"Dugaan awal kapal mereka mengalami kebocoran besar pada dek kapal tepatnya di bawah mesin dan pompa pengisap air. Ini berdasarkan dari keterangan ABK dan para PMI," jelas Kasat Polairud Polres Asahan Iptu F Panjaitan dalam keterangannya kepada wartawan, Minggu (20/3/2022).

Dia menerangkan kapal kayu nelayan itu diawaki oleh Herianto (38), warga Tanjungbalai, Sumut. Mereka berangkat dari daerah Pematang Sei Baru pada Sabtu (19/3) sekitar pukul 03.00 WIB dengan tujuan Malaysia.

"Saat di tengah laut, tekong Heri menyadari bahwa kapal yang dia bawa mengalami kerusakan hingga kebocoran besar pada dek kapal tepatnya di bawah mesin mengakibatkan air masuk ke dalam kapal," tuturnya.

Dalam kondisi itu, para penumpang kapal sempat berusaha menguras air yang masuk namun tidak juga tertolong sebab sebagian kapal sudah tenggelam. Para penumpang panik, hingga akhirnya memakai pelampung yang sebagian besar terbuat dari jeriken minyak yang isinya telah dikeluarkan.

"Tim gabungan penyelamat akhirnya berhasil menemukan korban setelah mengambang di laut. Sebagian lagi diselamatkan kapal nelayan," ujar Panjaitan.

Ada total 90 orang penumpang kapal termasuk ABK dalam kapal nahas tersebut, di mana 2 orang di antaranya meninggal dunia saat proses penyelamatan. Seluruh penumpang selamat termasuk ABK telah diamankan di Polres Asahan. Namun, polisi belum menetapkan status hukum terhadap awak kapal pembawa PMI ini.

"Saat ini masih dalam proses penyelidikan, penyidikan dan pengembangan terhadap adanya keterlibatan pelaku lainnya," kata Kapolres Asahan AKBP Putu Yudha.

Sementara itu, Basarnas Tanjungbalai Asahan menyebutkan, lokasi kapal karam tersebut berada sekitar 31 mil ke arah timur dari pelabuhan Panton Bagan Asahan di Kabupaten Asahan, Sumut.

Sebelumnya dilaporkan, kapal kayu bermuatan PMI illegal dilaporkan karam di sekitar perairan Tanjung Api, Sumut pada (19/3) pagi. Mereka berangkat dari pelabuhan di jalur tikus perairan Asahan dengan tujuan Malaysia.

Namun di tengah perjalanan kapal mengalami kebocoran hingga kerusakan mesin. Diduga akibat kelebihan muatan. Penumpang kapal berasal berbagai daerah diantaranya Sumatera, Jawa Timur, Madura, hingga Nusa Tenggara Timur.

"Keduanya berjenis kelamin pria dan wanita. Atas nama Basman, usia 53 tahun, pria, warga Sulawesi Selatan dan Anatasyah Ponis, usia 43 tahun, wanita, warga Nusa Tenggara Timur," kata Komandan Pos Basarnas Asahan Tanjungbalai, Ady Pandawa, kepada wartawan.

(drg/drg)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT