ADVERTISEMENT

Perjalanan Kasus OC Kaligis Hingga Dapat Cuti Jelang Bebas

Zunita Putri - detikNews
Sabtu, 19 Mar 2022 15:32 WIB
OC Kaligis menjalani sidang lanjutan kasus suap hakim dan panitera PTUN Medan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (8/10/2015). Sidang ini menghadirkan tiga orang saksi, yakni Hakim PTUN Medan Tripeni Irinto Putro, Darmawan Ginting, dan Amir Fauzi. Lamhot Aritonang/detikcom.
OC Kaligis (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta -

Pengacara kondang OC Kaligis saat ini sudah menghirup udara bebas karena mendapat cuti menjelang bebas. OC Kaligis akhirnya bebas setelah hukumannya naik-turun di tingkat banding hingga peninjauan kembali (PK).

detikcom merangkum perjalanan kasus OC Kaligis sejak putusan pertama hingga bebas, Sabtu (19/3/2022). Berikut perjalanan kasusnya:

Pada tingkat pertama, OC Kaligis divonis Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta 5,5 tahun penjara denda Rp 300 juta subsider 4 bulan kurungan. Majelis hakim menyatakan Kaligis terbukti bersama-sama dengan Moh Yagari Bhastara Guntur alias Gary memberikan uang total USD 27 ribu dan SGD 5.000. Duit ini berasal dari Gatot Pujo Nugroho dan Evy Susanti.

"Menyatakan Terdakwa Otto Cornelis Kaligis terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana korupsi," ujar hakim ketua Sumpeno membacakan amar putusan dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jl Bungur Besar, Jakpus, Kamis (17/12/2015).

Duit diberikan kepada tiga hakim PTUN, yakni Tripeni Irianto Putro sebesar SGD 5.000 dan USD 15 ribu, Dermawan Ginting dan Amir Fauzi masing-masing sebesar USD 5.000 serta kepada Syamsir Yusfan selaku panitera PTUN Medan sebesar USD 2.000. Duit suap diberikan dengan maksud mempengaruhi putusan atas permohonan pengujian kewenangan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara atas penyelidikan tentang dugaan terjadinya tindak pidana korupsi Dana Bantuan Sosial (Bansos), Bantuan Daerah Bawahan (BDB), Bantuan Operasional Sekolah (BOS), tunggakan Dana Bagi Hasil (DBH) dan Penyertaan Modal pada sejumlah BUMD pada Pemprov Sumatera Utara.

Permohonan pengujian kewenangan Kejati Sumut dilakukan karena surat panggilan permintaan keterangan dari Kejaksaan Tinggi Sumut tanggal 19 Maret 2015 kepada Bendahara Umum Daerah (BUD) Pemprov Sumut APBD 2012 kepada anak buah Gatot.

Khawatir akan terseret penyelidikan perkara dugaan korupsi dana Bansos, Gatot meminta bantuan pendampingan hukum ke Kaligis. Kaligis langsung berupaya memuluskan permohonan uji kewenangan Kejati Sumut ke PTUN.

Pada 29 April 2015, Kaligis, Gary, dan Yurinda Tri Achyuni alias Indah bertemu dengan Ketua PTUN Medan Tripeni Irianto Putro terkait permohonan pengujian yang akan diajukan. Kaligis bertemu Tripeni dengan bantuan Syamsir Yusfan.

OC Kaligis saat itu dinyatakan hakim terbukti melakukan korupsi yang ancaman pidananya diatur dalam Pasal 6 ayat 1 huruf a UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP juncto Pasal 65 ayat 1 KUHP.

OC Kaligis Banding

Atas putusan tersebut, Kaligis mengajukan permohonan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta. Bukannya mendapat keringanan hukuman, majelis hakim pada PT Jakarta malah menambah hukuman OC Kaligis.

Hukuman Kaligis dari 5,5 tahun menjadi 7 tahun penjara. Meski begitu, putusan PT Jakarta ini masih di bawah tuntutan jaksa KPK saat itu, yaitu 10 tahun penjara.

"Pada pokoknya putusan Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta mengubah putusan pengadilan tingkat pertama mengenai penjatuhan pidana dari 5,5 tahun penjara dinaikkan menjadi pidana penjara selama 7 tahun," kata pejabat Humas PT DKI Jakarta Heru Purnomo saat dihubungi detikcom, Jumat (3/6/2016).

Lihat juga Video: Kasus Sarang Walet Novel, OC Kaligis Singgung Kivlan-Ratna

[Gambas:Video 20detik]






ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT