Sarasehan Amien Cs: Teguran untuk SBY-JK
Sabtu, 20 Mei 2006 14:49 WIB
Jakarta - Sarasehan 20 Mei yang digelar sejumlah tokoh nasional telah usai. Sejumlah hal mengenai bangsa Indonesia dibahas. Intinya, hasil dari sarasehan ini adalah memberikan teguran dan peringatan kepada SBY-JK agar tidak gampang menyerahkan sumber daya alam (SDA) kepada asing."Kesimpulan pertemuan ini adalah memberikan teguran yang keras kepada pemerintah agar tidak mudah atau gampang menyerahkan sumber daya alam secara sewenang-wenang kepada asing," kata Amien Rais dalam jumpa pers seusai acara di Gedung Joeang, Jl. Menteng Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (20/5/2006). Dalam jumpa pers menutup acara sarasehan ini, Amien didampingi budayawan Emha Ainun Najib dan Drajad Wibowo. Menurut dia, kondisi saat ini sungguh lucu, karena ternyata asing mendapatkan keuntungan lebih besar dibanding Indonesia dalam mengeruk kekayaan alam. "Asing dapat jauh lebih banyak daripada yang seharusnya kita miliki. Ini sebuah kelucuan," ujar dia. Sudah banyak negara di dunia ini yang sudah membuka mata dan berani menegeosiasi ulang kontra kerja dengan asing. Tapi, Indonesia kok masih menutup mata. "Pertemuan ini untuk menekan pemerintah bahwa banyak sekali negara berhasil menegosiasi ulang kontra kerja dengan asing dan menguntungkan negaranya masing-masing," kata Amien.Amien meminta pemerintahan SBY-JK untuk membuat kebijakan yang lebih prorakyat. "Bila kinerja SBY terus merosot, bisa saja suara-suara yang tidak sabar menginginkan perubahan, akan turun ke jalan. Itu bisa saja cepat dan bisa saja terjadi," kata dia. Bukan untuk Jagokan Amien Sementara itu, di tempat yang sama, Emha Ainun Najib menyatakan, pertemuan sejumlah tokoh nasional ini bukanlah sebagai bentuk aksi penggalangan dukungan atau semacam kampanye untuk menjagokan Amien Rais. Pertemuan ini bukanlah bersifat politis, melainkan hanya untuk mendesak pemerintah bahwa tangisan rakyat di mana-mana telah bergejolak. "Pertemuan ini bukanlah urusan berkuasa atau tidak. Ini karena rakyat menderita. Kita minta pers lebih mengdepankan penderitaan rakyat. Karena tangisan rakyat ada di mana-mana," ujar dia.
(asy/)











































