Pemasangan perangkap berawal dari konflik antara harimau dan warga setempat. Pasalnya, harimau itu memangsa satu ekor sapi milik warga di Desa Lubuk Talang.
Kepala Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA Bengkulu dan Lampung Said Jauhari mengatakan konflik harimau dengan masyarakat kembali terjadi. Said menjelaskan tim sempat mengusir harimau agar kembali ke dalam hutan.
"Sebelum memasang perangkap, tim gabungan berkoordinasi dengan masyarakat setempat terkait lokasi pemasangan perangkap," kata Said saat dimintai konfirmasi, Sabtu (19/3/2022).
Said menyebut tim tidak hanya memasang perangkap harimau. Dia membeberkan tim gabungan juga memancing kemunculan harimau dengan memberi umpan satu ekor kambing.
Adapun tim WCS juga melakukan kegiatan sosialisasi terkait konflik harimau untuk memberi edukasi kepada warga. Sosialisasi juga berisi bagaimana cara berternak dengan aman agar terhindar dari serangan satwa liar. (drg/drg)











































