ADVERTISEMENT

Golkar DKI Minta PTM 100% Segera Digelar: Apa Lagi yang Ditunggu?

Arief Ikhsanudin - detikNews
Sabtu, 19 Mar 2022 06:46 WIB
Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI, Basri Baco
Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Basri Baco (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Golkar menyebut para pelajar di DKI Jakarta harusnya bisa melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen. Golkar mempertanyakan alasan Pemprov DKI belum memulai PTM 100 persen.

"Seharusnya sudah bisa masuk semua lagi. Sudah bebas juga orang di mana-mana," kata Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Basri Baco, kepada wartawan, Jumat (19/3/2022).

Dia mengatakan vaksinasi Corona atau COVID-19 di DKI Jakarta sudah baik. Dia juga menyebut tingkat keparahan pasien COVID-19 di Jakarta juga kecil.

"Kan virusnya sudah tidak ada yang berbahaya. Vaksin sudah maksimal, virus sudah lemah," katanya.

"Apa lagi yang ditunggu?" ucapnya.

Saat ini DKI Jakarta berada pada status PPKM Level 2. DKI menerapkan PTM 50%.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria berbicara mengenai kemungkinan sekolah akan menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen. Hal ini menyusul mulai diberlakukannya pelonggaran kapasitas di sejumlah sektor.

"Insyaallah ini kalau pelonggaran sudah dimulai, transportasi bahkan sudah sampai 100 persen, Insyaallah PTM juga akan dimulai sampai 100 persen. Tapi waktu persisnya silakan nanti sedang dalam evaluasi segera akan disampaikan," kata Riza kepada wartawan, Selasa (15/3).

KSP Dorong PTM 100%

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden RI Abraham Wirotomo mendorong agar PTM 100 persen diberlakukan lagi karena fasilitas internet di beberapa sekolah yang belum memadai. Selain itu, mengingat level PPKM di Jawa-Bali terus turun.

"Tidak semua guru dan terfasilitasi gadget dan internet dengan baik. Belum lagi soal teknologinya. Ini yang dikhawatirkan bisa membuat pelaksanaan ujian online tidak maksimal," kata Abraham dalam keterangan tertulis.

Dia mengatakan, guna menepis kekhawatiran munculnya lonjakan kasus COVID-19 pada pelaksanaan PTM, pemerintah daerah harus meningkatkan testing COVID-19 dengan pendekatan penemuan kasus aktif atau active case finding (ACF). Menurutnya, ini adalah salah satu cara untuk menentukan apakah sekolah itu aman atau tidak.

"Sejauh ini testing ACF di sekolah menurun. Ini menjadi PR bagi pemerintah," ucapnya.

Simak juga video 'Ini Wilayah yang Setop-Kurangi Kapasitas PTM':

[Gambas:Video 20detik]



(aik/haf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT