Ada Peran Pimpinan KPK di Balik Alasan Novel Baswedan Berobat Mata ke Belanda

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Jumat, 18 Mar 2022 10:53 WIB
Tentang Novel Baswedan, Penyidik Top KPK tapi Dibuang Gara-gara TWK
Novel Baswedan (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Mantan penyidik senior KPK Novel Baswedan kini tengah menjalani pemeriksaan mata ke Belanda. Novel bercerita bahwa dirinya sempat mendapatkan dorongan untuk berobat mata ke Belanda.

"Bahkan saat itu pimpinan KPK mendorong saya untuk segera melakukan pemeriksaan," kata Novel dalam keterangan tertulisnya, Jumat (18/3/2022).

Novel mendapat dorongan saat dirinya hendak berobat ke Belanda pada Mei 2021. Namun, rencana itu gagal lantaran pandemi COVID-19.

"Rencana awal saya akan berangkat di sekitar awal bulan Mei 2021. Tetapi karena pertimbangan Covid yang tinggi saat itu, saya putuskan untuk batal berangkat," katanya.

Dia bercerita saat masih di KPK, dirinya sempat direkomendasikan kawan-kawan Wadah Pegawai soal pengobatan di beberapa negara. Akhirnya Belanda lah yang menjadi pilihannya.

"Saat saya di KPK, saya dibantu rekan-rekan Wadah Pegawai untuk mencari pengobatan di beberapa negara. Dan kemudian direkomendasikan ke salah satu RS di Belanda," katanya.

Sebelumnya, Novel Baswedan menjalani pemeriksaan mata ke Belanda. Novel yang kini tergabung dalam ASN Polri, menyebut mata kirinya itu buta permanen.

"Benar saya akan berangkat ke Belanda untuk pemeriksaan mata saya. Sejak sekitar awal tahun 2020 mata kiri saya akhirnya buta permanen," kata Novel dalam keterangan tertulisnya, Jumat (18/3).

Novel Baswedan mengalami teror air keras pada 2017. Akibat teror air keras itu, Novel harus menjalani operasi di Singapura.

2 Penyiram Air Keras Divonis Penjara

Dua orang penyiram air keras ke Novel Baswedan telah divonis bersalah dan dihukum penjara. Kedua orang itu ialah Rahmat Kadir dan Ronny Bugis.

Rahmat Kadir divonis 2 tahun penjara. Sementara Ronny Bugis divonis 1,5 tahun penjara.

Vonis tersebut dibacakan majelis hakim yang dipimpin Djuyamto dengan hakim anggota Agus Darwanta dan Taufan Mandala di Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut), Jalan Gajah Mada, Petojo Utara, Jakarta Utara, Kamis (16/7/2020).

Vonis majelis hakim tersebut lebih tinggi 1 tahun dan 6 bulan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) yang menuntut masing-masing terdakwa 1 tahun penjara.

Lihat juga video 'Novel Baswedan dkk Mulai Kerja Jadi ASN Polri: Semuanya Berjalan Baik':

[Gambas:Video 20detik]



(azh/dwia)