Berobat ke Belanda, Novel Baswedan Harap Ada Teknologi untuk Sembuhkan Matanya

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Jumat, 18 Mar 2022 10:37 WIB
Novel Baswedan terima jadi ASN Polri dan akan segera dilantik. Bagaimana kabar terbaru soal pelantikannya?
Novel Baswedan (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Mantan penyidik senior KPK Novel Baswedan kini tengah terbang ke Belanda untuk pemeriksaan matanya. Novel berharap ada teknologi yang dapat menyembuhkan matanya.

"Ini baru perjalanan, Mas. Rencana untuk dilakukan pemeriksaan, semoga ada teknologi atau pola pengobatan untuk bisa menyembuhkan mata saya," kata Novel kepada detikcom, Jumat (18/3/2022).

Novel juga berharap adanya penelitian yang dilakukan untuk mencari solusi pengobatan matanya tersebut.

"Atau setidaknya akan dilakukan penelitian untuk mencarikan solusi pengobatan yang bisa dilakukan," kata Novel.

Selanjutnya, Novel mengatakan sempat menjalani pengobatan herbal di Jakarta. Dia juga sempat terkendala pandemi COVID-19 dalam pengobatannya dengan pengobatan herbal.

"Karena kemudian pandemi COVID, saya tidak bisa berobat lebih lanjut. Pemeriksaan mata saya lakukan di Jakarta dan pengobatan herbal," katanya.

Sebelumnya, Novel Baswedan menjalani pemeriksaan mata ke Belanda. Novel, yang kini tergabung dalam ASN Polri, menyebut mata kirinya itu buta permanen.

"Benar, saya akan berangkat ke Belanda untuk pemeriksaan mata saya. Sejak sekitar awal tahun 2020 mata kiri saya akhirnya buta permanen," kata Novel dalam keterangan tertulisnya, Jumat (18/3).

Novel Baswedan mengalami teror air keras pada 2017. Akibat teror air keras itu, Novel harus menjalani operasi di Singapura.

2 Penyiram Air Keras Divonis Penjara

Dua orang penyiram air keras ke Novel Baswedan telah divonis bersalah dan dihukum penjara. Kedua orang itu ialah Rahmat Kadir dan Ronny Bugis. Rahmat Kadir divonis 2 tahun penjara. Sementara itu, Ronny Bugis divonis 1,5 tahun penjara.

Vonis tersebut dibacakan majelis hakim yang dipimpin Djuyamto dengan hakim anggota Agus Darwanta dan Taufan Mandala di Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut), Jalan Gajah Mada, Petojo Utara, Jakarta Utara, Kamis (16/7/2020).

Vonis majelis hakim tersebut lebih tinggi 1 tahun dan 6 bulan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU), yang menuntut masing-masing terdakwa 1 tahun penjara.

Lihat juga video 'Kapolri Tempatkan Novel Baswedan dkk di Divisi Pencegahan Korupsi':

[Gambas:Video 20detik]



(azh/dwia)