Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Hengki menghadiri musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) di Pemkot Bekasi. Dalam kesempatan itu, Hengki mengusulkan ke Pemkot Bekasi Kota untuk memperbanyak kamera CCTV, terutama di titik-titik rawan kejahatan.
"Makannya tadi kalau bisa, di sini (Kota Bekasi) dibentuk yang namanya smart city, tentu untuk mewujudkan rasa aman itu harus dibarengi kemajuan teknologi yang ada," kata Kombes Hengki kepada wartawan, Kamis (17/3/2022).
Dia mencontohkan penggunaan kamera CCTV untuk membantu dalam mengawasi keamanan kota. Adanya CCTV memudahkan polisi untuk memantau situasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Memantau situasi kamtibmas seperti terjadi kepadatan arus lalu lintas. Ketika ada CCTV atau smart city yang terpantau, melalui monitor misalnya di Polres," jelasnya.
Hengki mengatakan dengan CCTV pengungkapan kecelakaan lalu lintas atau kejadian tawuran dapat diungkap. Kepolisian juga dapat mencegah hal-hal kriminal terjadi dengan adanya bantuan CCTV.
"Contoh kedua ketika terjadi laka lantas, kita bisa cepat untuk mengungkap. Ketiga ketika akan terjadi apakah aksi tawuran , ketika memang ini terwujud smart city nanti, dengan CCTV yang ada itu, itu akan memudahkan kita, satu mencegah, bukan menindak tapi dengan mencegah dengan monitor itu," sambungnya.
Seperti diketahui, aksi begal dan tawuran beberapa kali terjadi di wilayah Kota Bekasi. Seorang ibu hamil berinisial S (31) menjadi korban begal sadis di Mustika Jaya, Bekasi Kota, Selasa (8/3). S didorong oleh 3 pelaku hingga terjatuh.
Kemudian, aksi tawuran juga sempat terjadi di Kota Bekasi. Contohnya, sejumlah pria memamerkan celurit di media sosial. Diketahui, peristiwa tersebut terjadi di Jatiasih, Bekasi, Rabu (23/2/2022). Sejumlah pemuda tersebut akhirnya ditangkap oleh anggota Polsek Jatiasih, Bekasi.
Sebelumnya, Polres Metro Bekasi Kota menciduk 10 remaja yang hendak melakukan aksi tawuran, Minggu (13/3). Remaja tersebut ditangkap di wilayah perbatasan Bekasi saat hendak janjian melakukan tawuran.
Tawuran juga sempat terjadi di Pondok Melati, Bekasi, Sabtu (5/3) dini hari. Tawuran yang bermula dari perang petasan tersebut menyebabkan terbakarnya sebuah ruko di kawasan Kompleks TVRI-Poris, Bekasi.