ADVERTISEMENT

CT ARSA-Aspotmar Kasal Gagas Kolaborasi Edukasi-Ekonomi Masyarakat Pesisir

Jabbar Ramdhani - detikNews
Rabu, 16 Mar 2022 18:41 WIB
CT ARSA Foundation dan TNI AL menggagas rencana kolaborasi di bidang edukasi hingga ekonomi kerakyatan untuk pembangunan masyarakat di pesisir. (Jabbar R/detikcom)
Foto: CT ARSA Foundation dan TNI AL menggagas rencana kolaborasi di bidang edukasi hingga ekonomi kerakyatan untuk pembangunan masyarakat di pesisir. (Jabbar R/detikcom)
Jakarta -

CT ARSA Foundation dan TNI AL menggagas rencana kolaborasi untuk pembangunan masyarakat di pesisir. Kerja sama akan dilakukan di bidang edukasi hingga ekonomi kerakyatan.

Pembahasan rencana kerja sama ini dibahas General Manager (GM) CT ARSA Gatut Mukti dan Asisten Potensi Maritim (Aspotmar) Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Mayjen TNI (Mar) Nur Alamsyah.

Gatut menjelaskan CT ARSA mempunyai misi memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan yang berkualitas, kesehatan yang optimal, serta pemberdayaan para pengusaha kecil. CT ARSA bergerak di daerah pelosok hingga pesisir.

"Kita ada program Pijar, Pergi Mengajar. Ada lima relawan di gelombang pertama yang dikirim ke pelosok Tanah Air," kata Gatut, Rabu (16/3/2022).

Kelima relawan tersebut akan mengajar selama setahun di lima daerah terperosok. Lima daerah itu ialah Reda Meter, Sumba Barat Dayat, Nusa Tenggara Timur (NTT); Lelogama, Amfoang Selatan, NTT; Nunuanah, Amfoang Timur, NTT; Ciroyom, Sukabumi, Jawa Barat (Jabar); dan Kampung Beting, Muara Gembong, Bekasi, Jabar.

Gatut mengatakan lima lokasi tersebut menjadi percontohan awal. Nantinya program ini akan diterapkan di tempat-tempat lainnya.

Selain mengajar, relawan tersebut juga akan mendampingi masyarakat untuk bisa membangkitkan ekonomi hingga tingkat kesehatan.

"Kita tempatkan orang di sana selama setahun. Dan itu terus di-update kepada kita soal apa saja yang sudah dan akan dilakukan," ucapnya.

"Dari kegiatan-kegiatan itu, akhirnya kumpul di sana bersama warga. Bekerja bersama dan membahas peluang-peluang pengembangan masyarakat," imbuhnya.

Dia mengatakan program Pijar ini dapat dikolaborasikan bersama TNI AL agar hasilnya dapat dirasakan masyarakat. TNI AL dapat memberikan pendidikan soal cinta tanah air hingga penanaman nilai disiplin kepada warga.

Menanggapi hal itu, Mayjen TNI (Mar) Nur Alamsyah mengatakan pihaknya juga program serupa yakni Kampung Bahari Nusantara (KBN). Dia mengatakan KBN punya 5 fokus yakni edukasi, ekonomi, kesehatan, pariwisata, dan pertahanan.

"Yang terakhir itu, pertahanan, merupakan akibat dari klaster lainnya. Jika edukasi, ekonomi, kesehatan, dan pariwisata berjalan baik, pertahanan juga akan sejalan," kata Mayjen Nur.

Dia mengatakan KBN ada di setiap Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) dan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) yang secara bertahap membina desa pesisir di wilayahnya. KBN ini, lanjutnya, melibatkan akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan media.

Dia mengatakan saat ini sudah ada 1.464 desa binaan yang tersebar di seluruh Indonesia. Sejauh ini sudah ada 21 desa yang telah diresmikan menjadi KBN.

"Rencananya, tahun ini akan bertambah 69 KBN lagi. Sehingga total ada 90 KBN nantinya," ujar dia.

Mayjen Nur mengatakan prioritas desa dijadikan KBN dilihat dari rendahnya tingkat edukasi, ekonomi, dan kesehatan. Dia mengatakan kerja sama CT ARSA dan TNI AL harus dibahas lebih lanjut.

"Program kita ini kan upaya membantu pemerintah untuk pengentasan kemiskinan ekstrem. Kita bisa kolaborasi dengan memakai nama program Pijar Berdampingan. Mana yang bisa dikolaborasikan antara prajurit kita dengan guru dari CT ARSA," tuturnya.

(jbr/hri)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT