Adu Perspektif Politik SJW vs Politik Partai: Percaya yang Mana?

Edward F. Kusuma - detikNews
Rabu, 16 Mar 2022 16:45 WIB
Jakarta -

Dalam demokrasi, partai politik menjadi medium penting penyaluran aspirasi dan perjuangan kepentingan rakyat. Sayangnya, hasil survei Indikator Politik di tahun 2021 berkata lain. Dewan Perwakilan Rakyat dan Partai Politik menjadi dua lembaga yang rendah tingkat kepercayaan publik.

Di tengah turunnya kepercayaan publik, muncul orang-orang yang relatif independen di luar elit partai yang mewakili publik. Mereka memilih jalur oposisi penyeimbang di tengah kuatnya koalisi dan konsolidasi partai politik dengan penguasa.

Di Indonesia, sosok Joko Widodo yang bukan elit teras PDIP bisa memaksa elit partai memberikan tiket calon presiden dan terpilih sampai dua periode. Sementara kejadian serupa muncul di Amerika pada 2018 ketika yaitu terpilihnya Donald Trump sebagai presiden ke-45 negara Adidaya tersebut serta terpilihnya Alexandra Ocasio-Cortez pada 2018, seorang sosialis-demokratis berusia 28 tahun yang tak punya pengalaman politik sebelumnya.

Belakangan juga ramai muncul fenomena para aktivis Social Justice Warrior (SJW) yang dianggap jadi medium baru dan powerfull dalam menyampaikan aspirasi dan kritik terhadap penguasa dan elit partai. Selain menjadi oase segar bagi demokrasi, ada pula yang beranggapan bahwa para SJW memonolpoli kebenaran lewat versi mereka.

Sama-sama lahir dalam rahim demokrasi dan kebebasan, antara politisi SJW atau elit Partai, mana yang lebih dipilih dan cocok untuk rakyat? Bagaimana para aktivis yang dulu pernah di jalan sekarang bertengger di Gedung DPR menyikapi kondisi ini?

Adu Perspektif kali ini menghadirkan elite politik dan aktivis independen untuk diskusi terbuka di ruang publik. Menghadirkan Dhandy Laksono aktivis sosial, Feri Amsari aktivis Hukum dan Demokrasi, Hasan Nasbi Founder Cyrus Network, Luluk Nur Hamidah Ketua DPP PKB.

(edo/ids)