ADVERTISEMENT

Cara Pedagang Pasar Tradisional Bogor Cegah Warga Borong Minyak Goreng

Muchamad Sholihin - detikNews
Rabu, 16 Mar 2022 14:29 WIB
Pedagang sembako di pasar tradisional di Kota Bogor (Muchamad Sholihin-detikcom)
Pedagang sembako di pasar tradisional di Kota Bogor. (Muchamad Sholihin/detikcom)
Bogor -

Kelangkaan minyak goreng kemasan masih terjadi di pasar tradisional di Kota Bogor. Para pedagang sembako di pasar tradisional di Kota Bogor mengaku tidak bisa menjual minyak goreng kemasan dalam jumlah banyak karena dibatasi ketika membeli di pihak distributor atau agen besar.

"Kalau minyak curah sih nggak sampai nggak ada ya, kalau minyak kemasan kosong, memang nggak ada. Seminggu sekali dapatnya (dari distributor), itu cuma 3 dus. (Dijual) paling 2 hari habis, setelah itu ya kosong lagi. Mau beli harus tunggu minggu depannya lagi, baru bisa beli," kata pedagang sembako ditemui di Pasar Bogor Suranti, Rabu (16/3/2022).

Suranti mengaku selalu ada warga yang datang untuk membeli minyak kemasan. Namun, mereka kembali pulang karena minyak kemasan tidak tersedia.

"Setiap hari ada yang tanyain minyak yang kemasan, cuma kan barangnya tidak ada, mau gimana. Kadang mereka pulang lagi, mau cari-cari di tempat lain," kata Suranti.

Pedagang lain, Wati menyebut, tidak sedikit warga yang sengaja datang untuk membeli minyak kemasan dalam jumlah banyak. Namun, Wati menyiasatinya dengan pembelian dalam bentuk paket. Jadi warga tidak bisa memborong minyak goreng di tokonya.

"Sebenarnya sih nggak membatasi ya, jadi kalau saya itu jual minyak goreng itu dipaket sama bihun atau soun, harganya Rp 20 ribu. Jadi nggak bisa beli minyaknya saja, jadi ini biar orang nggak borong banyak, beli banyak buat stok," kata Wati ditemui di Pasar Bogor.

Wati, yang juga dibatasi ketika membeli minyak goreng kemasan di distributor, mengaku tetap menjual minyak goreng curah. Namun, harga minyak curah yang dijualnya memang melebihi harga eceran tertinggi (HET) yang sempat ditetapkan pemerintah.

"Kalau minyak curah itu saya jual hari ini 17 ribu. Kemarin minyak curah ada subsidi dijual 14 ribu, tapi mulai hari ini tanggal 16 saya jual 17 ribu, modalnya saja sudah 15,500," terang Wati.

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama Polresta Bogor Kota menggelar inspeksi mendadak ke pedagang Pasar Bogor terkait ketersediaan minyak goreng, Rabu (16/3/2022). Polisi dan Pemkot ingin memastikan distribusi minyak goreng hingga ke pembeli dan tidak ada panic buying imbas kelangkaan minyak goreng kemasan.

"Kami di sini juga memastikan tidak ada panic buying, yang membeli (minyak goreng) berlebihan," sambungnya. "Tadi juga kita temukan yang dijual dengan sistem paket. Jadi minyak kemasan dijual dalam paket, minyak goreng disatukan dengan mi, gitu ya," kata Wali Kota Bogor Bima Arya di Pasar Bogor, Rabu (16/3/2022).

"Jadi kita pantau, monitor terus, yang pasti memang masih ada persoalan di produksinya dan distribusinya, tetapi kita pastikan tidak ada panic buying, tidak ada yang menimbun, dan semua sesuai aturan," imbuhnya.

Simak video 'MAKI Laporkan Kasus Kelangkaan Minyak Goreng ke Kejagung':

[Gambas:Video 20detik]



(dwia/dwia)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT