Ini Penyebab Anak Pejabat di Bengkulu Tabrak Sopir Pikap hingga Tewas

ADVERTISEMENT

Ini Penyebab Anak Pejabat di Bengkulu Tabrak Sopir Pikap hingga Tewas

Hery Supandi - detikNews
Rabu, 16 Mar 2022 13:21 WIB
Kasat Lantas Polres Seluma, Iptu Djangkung
Kasat Lantas Polres Seluma, Iptu Djangkung (Hery/detilcom)
Jakarta -

Polisi mengungkapkan penyebab anak pejabat di lingkungan pemerintahan Kabupaten Seluma, Bengkulu, menabrak sopir pikap menggunakan kendaraan dinas hingga korban tewas. Berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan saksi, kondisi jalan minim penerangan ditambah tersangka melaju dengan kecepatan tinggi.

"Saat memacu kendaraan ditambah penerangan jalan yang kurang, membuat tersangka tidak mampu mengendalikan laju kendaraan dan menabrak mobil pikap," kata Kasat Lantas Polres Seluma, Iptu Djangkung, Rabu (16/3/2022).

Djangkung menjelaskan, saat ini pengemudi kendaraan berpelat dinas telah ditetapkan menjadi tersangka. Polisi mengatakan tersangka tidak ditahan lantaran kooperatif.

"Tersangka tidak ditahan karena kooperatif dan bertanggung jawab saat dilakukan pemeriksaan," tutup Djangkung.

Sebelumnya, satu unit mobil dinas Pemda Seluma, Provinsi Bengkulu, pelat BD-9328-P terlibat tabrakan dengan mobil pikap nomor polisi BD-9940-BC. Peristiwa ini mengakibatkan satu pengendara pikap meninggal dunia.

Tabrakan terjadi pada Kamis malam (9/3/2022) di jalan lintas Bengkulu-Manna, tak jauh dari Masjid Al-Muttaqin, Kelurahan Talang Dantuk, Kecamatan Seluma, Provinsi Bengkulu.

Peristiwa bermula ketika mobil dinas yang dikendarai anak pejabat di Bengkulu ini melaju dari arah Kota Tais, Kabupaten Seluma, menuju Kota Bengkulu. Dalam perjalanan, kondisi mobil oleng menabrak bagian depan mobil pikap dengan empat penumpang dari arah berlawanan.


Benturan keras tak terhindarkan membuat masyarakat sekitar lokasi kejadian ke luar rumah. Mendapati kondisi mobil yang ringsek dan korban yang ada di mobil pikap, warga berupaya membantu tapi kesulitan mengevakuasi sopir pikap. Sopir pikap bernama Taufik Sumantri meninggal dunia di tempat dengan posisi terjepit. Para korban kemudian dibawa ke rumah sakit setempat.

Lihat juga video 'Polri: Angka Laka Lantas Turun 40% Selama Operasi Keselamatan 2022':

[Gambas:Video 20detik]



(dek/dek)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT