Mbah Marijan Jadi Selebritis, Kedatangan Tamu Mulai Dijadwal

Mbah Marijan Jadi Selebritis, Kedatangan Tamu Mulai Dijadwal

- detikNews
Jumat, 19 Mei 2006 14:29 WIB
Sleman - Sosok juru kunci Gunung Merapi Mbah Marijan tiba-tiba menjadi terkenal. Hampir setiap hari wajahnya nongol di pemberitaan media massa cetak maupun elektronik. Pemberitaan yang terkait dengan aktivitas Gunung Merapi, tidak pernah lepas dari namanya.Pria bergelar Mas Ngabehi Suraksohargo berusia 70-an tahun ini jadi ngetop. Setiap hari puluhan tamu menyambangi kediamannya di Dusun Kinahrejo, Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Sleman, Yogyakarta.Kesibukan Mbah Marijan ini meningkat pesat usai turun dari lokasi labuhan di Pos II jalur pendakian ke Gunung Merapi, Kamis 18 Mei kemarin pagi. Tamu hilir mudik terus berdatangan, baik perorangan, organisasi, paranormal, maupun wartawan untuk keperluan wawancara.Saking sibuknya menerima tamu, hingga Jumat (19/5/2006) siang pukul 13.00 WIB, Mbah Marijan belum tidur."Sejak kemarin acara di sini tidak henti. Tamu juga terus berdatangan. Saya tidak enak kalau tidak diterima. Jadi ya belum tidur," kata Mbah Marijan saat ditemui detikcom di kediamannya.Namun warga Dusun Kinahrejo tampaknya khawatir dengan kesehatan Mbah Marijan. Akhirnya mereka berinisiatif membuat jadwal kunjungan bila ingin bertemu dengan Mbah Marijan.Jam kunjungan ini tertulis dalam kertas besar dan dipasang di kaca depan rumah Mbah Marijan. Untuk pagi hari kunjungan bisa dilakukan pukul 09.00-12.00 WIB, sedangkan sore hari pukul 14.00-17.00 WIB.Meski terpampang jadwal kunjungan bertemu Mbah Marijan, tokoh panutan lereng selatan Gunung Merapi ini mengaku tetap saja tidak bisa menolak tamu. "Saya itu senang menerima tamu siapapun. Saya masih kuat kok. Tidak capek," ujarnya tersenyum meski tidak tidur sejak kemarin.Usai salat jumat, Mbah Marijan menerima kunjungan 20 orang dari Dewan Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. Kedatangan mahasiswa ini untuk memberikan dukungan ke Mbah Marijan yang menolak penambangan pasir dengan peralatan modern di lereng Gunung Merapi. Mahasiswa mendukung gagasan Mbah Marijan agar Pemda Sleman membuat perda larangan penambangan yang menggunakan alat-alat berat.Usai menerima rombongan mahasiswa, Mbah Marijan menerima tamu dari Musyawarah Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kecamatan Cangkringan. Kedatangan mereka untuk memberikan seragam pengurus NU dan memberikan 15 dus nasi instan. Menurut salah seorang pengurusnya, Mbah Marijan merupakan warga NU dan dari keluarga NU. (jon/)


Berita Terkait