Kasus Gratifikasi Sidoarjo, Adika Nuraga Bakrie Tak Penuhi Panggilan KPK

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Selasa, 15 Mar 2022 15:15 WIB
Gedung baru KPK
Gedung Merah Putih KPK (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

KPK memanggil Direktur PT Minarak Brantas Gas, Adika Nuraga Bakrie, sebagai saksi kasus dugaan gratifikasi di Pemkab Sidoarjo. Namun Adika tak memenuhi panggilan KPK dan akan dijadwalkan ulang.

"Adika Nuraga Bakrie (Direktur PT Minarak Brantas Gas) tidak hadir dan yang bersangkutan mengkonfirmasi pada tim penyidik untuk dilakukan penjadwalan ulang kembali," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Selasa (15/3/2022).

KPK telah memeriksa empat saksi, yakni pegawai PT Indosat, Riny Kusumawaty dan Miftah Agustini; karyawan swasta, Johan Tedja Surya; serta mantan Direktur PT Behaeastex, Faisol Abdurra'ud. Mereka diperiksa pada Senin (14/3) di Gedung Merah Putih KPK.

Ali mengatakan para saksi dikonfirmasi soal aliran sejumlah uang olah pihak terkait dari beberapa pihak swasta yang mendapatkan proyek di Pemkab Sidoarjo.

"Para saksi hadir dan dikonfirmasi antara lain terkait dugaan adanya berbagai aliran sejumlah uang yang diterima oleh pihak yang terkait dengan perkara ini dari beberapa pihak swasta yang mendapatkan proyek pekerjaan di Pemkab Sidoarjo," katanya.

Dugaan gratifikasi ini merupakan perkembangan penyidikan dari kasus mantan Bupati Sidoarjo Saiful Ilah. Saiful tersandung kasus suap proyek infrastruktur di Dinas PUPR.

Saiful kini telah dinyatakan bebas dari Lapas Klas I Surabaya. Dia bersama dua rekannya, yakni Sangaji Sanajihitu dan Yudhi Tetrahastoto, telah bebas per 7 Januari 2022.

Saiful Ilah divonis 3 tahun penjara setelah terbukti bersalah dan meyakinkan menerima suap terkait sejumlah proyek infrastruktur pada Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Sidoarjo serta dikenai Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Diketahui, KPK menetapkan enam tersangka dalam kasus suap proyek di Dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Air (BM SDA) Sidoarjo. KPK juga mengamankan barang bukti uang diduga hasil rasuah senilai Rp 1,8 miliar.

Tersangka penerima suap meliputi Bupati Sidoarjo 2010-2015 dan 2016-2021 Saiful Ilah; Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air Kabupaten Sidoarjo Sunarti Setyaningsih; Pejabat Pembuat Komitmen Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air Kabupaten Sidoarjo Judi Tetrahastoto; serta Kepala Bagian Unit Layanan Pengadaan Sanadjihitu Sangadji. Sementara pemberi adalah swasta Ibnu Ghopur dan Totok Sumedi

Dalam perkara ini, tiga terdakwa disebut telah menerima uang secara bertahap sejak Juli 2019 hingga 7 Januari 2020. Uang tersebut berasal dari Ibnu Ghofur dan Totok Sumedi.

Terdakwa Sunarti menerima uang sebesar Rp 225 juta dari Ibnu Ghofur pada 3 Januari 2020 di Ikan Bakar Cianjur. Kemudian terdakwa Judi menerima total Rp 360 juta dari Ibnu Gopur dan Totok Sumedi.

(azh/jbr)