Korban Kasus CPNS Fiktif Tak Puas Olivia Nathania Dituntut 3,5 Tahun Bui

Nahda Rizki Utami - detikNews
Senin, 14 Mar 2022 19:20 WIB
Olivia Nathania keluar berbaju tahanan usai pemeriksaan tersangka di Polda Metro Jaya
Olivia Nathania berbaju tahanan (Yogi Ernes/detikcom)
Jakarta -

Kuasa hukum korban tes CPNS fiktif dengan terdakwa Olivia Nathania, Odie Hudiyanto, mengaku keberatan dan tidak puas atas tuntutan 3,5 tahun penjara terhadap Olivia. Menurut Odie, seharusnya Olivia dapat dituntut di atas 5 tahun.

"Keberatan. Tidak puas. Harusnya karena ini tiga unsurnya tiga pasalnya itu masuk, harusnya di atas lima tahun. Ingat ya ini uang rakyat miskin bukan uang negara. Jangan nyamain dong," kata Odie di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (Jaksel), Senin (14/3/2022).

Odie menyebutkan jaksa mendakwa Olivia dengan pasal penipuan, penggelapan, dan pemalsuan. Namun Odie menyayangkan sikap jaksa yang hanya menganggap pasal penipuan yang terbukti dalam kasus Olivia.

"Terhadap tuntutan jaksa ini adalah tuntutan yang kompromi. Kenapa? Karena dari tiga pasal yang didakwakan, yaitu penipuan, penggelapan dan pemalsuan, hanya penipuan yang dianggap terbukti," jelas Odie.

"Padahal tadi jaksa udah nyampaikan dalam analisisnya bahwa BKN menyampaikan SK itu bodong. Artinya apa? terbukti adanya pemalsuan SK bodong BKN. Namun kenapa itu dihilangkan di tuntutan? Padahal Pasal 263 itu yang paling berat hukumannya, yaitu 7 tahun. Sementara penipuan penggelapannya itu kan cuma 4 tahun," sambungnya.

Odie juga tidak mempermasalahkan terkait dia yang disebutkan telah membocorkan rekaman suara antara pengacara Olivia, Susan Agustina dengan salah satu korban. Menurut Odie, hal itu merupakan sebuah fakta.

"Yang melanggar kode etik siapa? dia tahu bahwa EP itu punya kuasa hukum, kita nih. Ada Undang-Undang Advokat. Kalau kamu udah tau siapa kuasa hukumnya, maka kamu hubungannya langsung ke kuasa hukum. Jangan ke prinsipal langsung. Kalau membocorkan apa yang dibocorkan? Emang itu fakta kok. EP datang minta tolong dibantu. Ya nggak adil dong," tutur Odie.

Sebelumnya, Olivia Nathania dituntut 3 tahun 6 bulan penjara dalam kasus rekrutmen CPNS fiktif. Jaksa menilai Olivia terbukti bersalah melakukan tindak pidana penipuan.

"Menuntut supaya majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang memeriksa dan mengadili perkara ini memutuskan menyatakan terdakwa Olivia Nathania telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penipuan sebagaimana dalam dakwaan kedua Pasal 378 KUHP juncto Pasal 65 ayat 1 KUHP," kata jaksa.

"Menghukum terdakwa Olivia Nathania dengan pidana penjara selama tiga tahun dan enam bulan dikurangi dengan terdakwa ditahan dengan perintah agar terdakwa tetap ditahan," sambungnya.

Olivia akan mengajukan pleidoi terkait tuntutan tersebut. Sidang pleidoi akan dilaksanakan pada Kamis (17/3).

Lihat video 'Reaksi Olivia Nathania Usai Dituntut 3 Tahun 6 Bulan Bui':

[Gambas:Video 20detik]



(haf/haf)