ADVERTISEMENT

Alasan Hakim Sunat Vonis Koruptor: Dermawan hingga Bekerja dengan Baik

Andi Saputra - detikNews
Minggu, 13 Mar 2022 13:19 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy  dan Prabowo Mensos Juliari Peter Batubara
Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy dan Prabowo Mensos Juliari Peter Batubara (detikcom)

Alasan Koruptor Sudah Balikin Duit Korupsi

MA mengabulkan peninjauan kembali (PK) Andi Zulkarnaen Mallarangeng alias Choel Mallarangeng. Adik eks Menpora Andi Mallarangeng itu terlibat kasus korupsi proyek Wisma Atlet Hambalang.

Kasus bermula saat adik kandung Andi Alfian Mallarangeng itu terseret kasus proyek Wisma Atlet Hambalang, Bogor, dengan nilai proyek lebih dari Rp 500 miliar. Dalam proyek itu, kakak-adik tersebut patgulipat sehingga tender proyek menjadi bocor di sana-sini.

Choel menerima uang haram sebesar Rp 2 miliar dan USD 550 ribu. Setelah skandal terungkap, Choel mengembalikan uang yang dikorupsinya sebesar Rp 7 miliar ke KPK.

Awalnya, Choel dihukum 3,5 tahun penjara. Di PK hukuman itu disunat menjadi 3 tahun penjara. Duduk sebagai ketua majelis hakim agung Salman Luthan dengan anggota hakim agung Prof Abdul Latief dan hakim agung Sri Murwahyuni.

"Sebab, pemohon PK telah mengembalikan seluruh uang yang telah diterimanya, sehingga menurut majelis hakim PK, adalah beralasan dan sesuai rasa keadilan apabila pengembalian uang tersebut dipertimbangkan oleh majelis hakim PK sebagai salah satu alasan yang meringankan pidana penjara yang dijatuhkan oleh Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yaitu 3 (tiga) tahun 6 (enam) bulan menjadi 3 (tiga) tahun," ujar majelis.

Alasan Koruptor adalah Ibu Muda

Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta menyunat hukuman jaksa Pinangki Sirna Kumalasari dari 10 tahun penjara menjadi 4 tahun penjara. Padahal, Pinangki berbuat kejahatan korupsi dan pencucian uang. Apa alasannya?

"Bahwa terdakwa adalah seorang ibu dari anaknya yang masih balita (berusia 4 tahun) layak diberi kesempatan untuk mengasuh dan memberikan kasih sayang kepada anaknya dalam masa pertumbuhan. Lalu, bahwa terdakwa sebagai wanita harus mendapat perhatian, perlindungan, dan diperlakukan secara adil," demikian isi kutipan putusan majelis tinggi.

Alasan Koruptor Tidak Ada Niat Jahat

Hakim agung Sofyan Sitompul menyunat hukuman mantan Kadis Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Papua Mikael Kambuaya dari 6 tahun penjara menjadi 3 tahun penjara. Kambuaya terbukti terlibat korupsi jalan Kemiri-Depapre dalam proyek senilai Rp 90 miliar. Lalu, apa alasan Sofyan Sitompul menyunat hukuman Mikael Kambuaya?

"Bahwa Mikael Kambuaya tidak memiliki niat jahat (mens rea/guilty mind) untuk memperkaya atau menguntungkan diri sendiri karena Mikael Kambuaya tidak menikmati atau memperoleh keuntungan sedikit pun dari kerugian negara yang terjadi dari Paket Pekerjaan Jalan Kemiri-Depapre dan Pengadaan Tiang Pancang dan Rangka Jembatan yang dikerjakan oleh PT Bintuni Energi Persada (BEP)," kata Sofyan Sitompul dalam putusannya.


(asp/rdp)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT