Ngeri Ledakan Sumur Minyak Ilegal di Aceh Bikin Nyawa Melayang

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 12 Mar 2022 22:57 WIB
Foto udara kobaran api dari sumur minyak ilegal di kawasan pemukiman penduduk Desa Mata Ie, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, Sabtu (12/3/2022). Kebakaran di salah satu sumur minyak ilegal pada Jumat (11/3/2022) sekitar pukul 23.30 WIB tersebut mengakibatkan tiga warga mengalami luka bakar serius. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/rwa.
Kebakaran sumur miyak di Aceh (Foto: ANTARA FOTO/SYIFA YULINNAS)
Aceh Timur -

Sumur minyak tradisional yang berada di Desa Mata Ie, Kecamatan Rantau Peureulak, Aceh Timur, terbakar. Sumur berada di permukiman penduduk itu terbakar, kemudian meledak.

Peristiwa kebakaran terjadi pada Jumat (11/3) pukul 22.00 WIB. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Timur Ashadi mengatakan api bisa dipadamkan sekitar pukul 02.045 WIB.

"Semalam kami dapat laporan kebakaran itu jam 22.00 WIB. Api dapat dipadamkan sekitar jam 02.45 WIB," kata Ashadi saat dimintai konfirmasi detikcom, Sabtu (12/3/2022).

Dia mengatakan terdapat banyak sumur minyak tradisional di wilayah Rantau Peureulak. Warga melakukan penggalian di sejumlah titik. "Yang terbakar satu sumur," jelasnya.

Polisi Sebut Sumur Minyak Ilegal

Kapolres Aceh Timur AKBP Mahmun Hari Sandy Sinurat mengatakan sumur minyak tersebut ilegal. Dia mengingatkan masyarakat untuk berpikir dua kali jika ingin melakukan kegiatan berisiko tinggi dan ilegal.

"Dengan peristiwa ini, mari kita berpikir dua kali untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang ilegal dan berisiko tinggi," kata Mahmun.

Mahmun mengatakan polisi akan melakukan penyelidikan agar kejadian tersebut tidak terulang. Polisi saat ini telah melakukan olah tempat kejadian perkara serta meminta keterangan sejumlah saksi.

"Karena ini adalah sumur pengeboran ilegal yang tidak mengacu kaidah standar pengeboran migas. Integritas sumurnya tidak bisa diandalkan," jelas Mahmun.

Satu Orang Meninggal dan 2 Orang Luka

Mahmun mengatakan dua orang mengalami luka-luka. Sementara itu, satu orang meninggal dunia.

"Akibat dari adanya kejadian tersebut, tiga pekerja sumur mengalami luka bakar," ujar Mahmun.

Ketiga korban, yakni Safrizal (35), Junaidi (34), dan Baihaqi (35), mengalami luka bakar. Setelah sempat dirawat, Safrizal meninggal dunia ketika dirujuk ke Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin, Banda Aceh.

Penyebab Ledakan Diduga karena Gas Bercampur Minyak

Api ledakan sumur minyak tradisional milik Yusri itu sempat mencapai ketinggian 25 meter. Polisi menduga penyebab ledakan karena adanya gas bercampur minyak yang tinggi.

"Penyebab ledakan diduga volume semburan gas bercampur minyak yang sangat tinggi. Minyak tidak tertampung dan melimpah ke tanah," kata Kabid Humas Polda Aceh Kombes Winardy kepada wartawan.

Winardy mengatakan para pekerja panik saat ada semburan minyak dari dalam sumur. Tak lama berselang, terdengar suara ledakan dari sumur dan mengeluarkan api setinggi 25 meter.

Polisi sudah memasang pembatas di lokasi kejadian dan melakukan identifikasi untuk kepentingan penyelidikan. Polisi juga telah melakukan olah tempat kejadian (TKP).

Baca berita selengkapnya di halaman selanjutnya.