Seperti Ibas, Partai-partai Ini Pernah Jual Murah Minyak Goreng yang Langka

ADVERTISEMENT

Seperti Ibas, Partai-partai Ini Pernah Jual Murah Minyak Goreng yang Langka

Haris Fadhil - detikNews
Sabtu, 12 Mar 2022 09:09 WIB
Big plastic bottle of olive oil in the hand of the buyer at the grocery store
Ilustrasi minyak goreng (Foto: Getty Images/iStockphoto/sergeyryzhov)
Jakarta -

Aksi Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas menyalurkan 16 ribu liter minyak goreng dengan harga murah kala kondisi langka jadi sorotan. Sebelum Ibas, partai-partai ini sudah lebih dulu menjual minyak goreng murah kala kondisi langka.

PKS

PKS mengunggah video kegiatan operasi pasar untuk menyediakan minyak goreng murah ke warga di Bogor. Kegiatan yang digelar PKS Bogor itu diunggah kanal YouTube resmi PKSTV pada 15 Februari 2022 dengan judul 'PKS KOTA BOGOR SEDIAKAN MINYAK GORENG MURAH'.

"Minyak goreng Rp 14.000," demikian tertulis di banner yang dipasang di lokasi operasi pasar.

Selain itu, PKS pernah mengunggah artikel Presiden PKS Ahmad Syaikhu membagikan minyak goreng gratis merek Jujur kepada warga di Bekasi. Kegiatan itu dilakukan Syaikhu pada Minggu (6/2).

"Ini untuk membantu warga. Mereka betul-betul menghadapi situasi sulit dengan meroketnya harga minyak goreng," ujar Syaikhu dikutip dari situs resmi PKS.

Golkar

DPD Partai Golkar Jatim membagikan 100 paket bantuan kepada pedagang gorengan di sekitar Kantor DPD Golkar Jatim, Senin (7/3) malam.

Ketua Golkar Jatim Sarmuji mengatakan paket ini bertujuan untuk membahagiakan pedagang gorengan yang sempat kesulitan mencari minyak dengan harga eceran tertinggi (HET) Rp 14 ribu.

"Kami bagikan 5.000 liter untuk Surabaya, kami khususkan kepada pedagang gorengan atau pedagang yang menggunakan bahan baku minyak untuk produksi. Secara simbolis, kita bagikan kepada 100 pedagang di sekitar kantor DPD Golkar Jatim semata-mata kita ingin membahagiakan mereka," kata Sarmuji seperti dikutip dari detikJatim.

PDIP

PDIP juga pernah mengunggah momen kadernya, Wali Kota Bandar Lampung Eva, menyalurkan minyak goreng sesuai harga eceran tertinggi kepada warga di 126 kelurahan. Masing-masing keluarga mendapat jatah membeli 2 liter minyak goreng.

Momen itu dibagikan PDIP lewat akun Instagram-nya @pdiperjuangan pada 7 Maret 2022. Aksi itu disebut PDIP sebagai upaya Eva membantu warga yang kesulitan mendapat minyak goreng murah.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

Simak juga Video: Antusiasme Warga Ikuti Vaksinasi Bonus Beli Minyak Goreng Murah

[Gambas:Video 20detik]



PSI

PSI juga pernah menjual murah minyak goreng di tengah kondisi langka. Aksi itu diunggah lewat akun Twitter DPP PSI.

Keterangan unggahan Twitter PSI tersebut menyatakan minyak goreng masih langka, namun DPD PSI Kabupaten Bekasi bisa menggelar pasar murah dengan harga per liter minyak goreng hanya Rp 10 ribu.

"Minyak goreng masih langka. DPD PSI Kabupaten Bekasi menggelar pasar murah di Kecamatan Cibarusah. Ratusan liter minyak goreng dijual dengan harga Rp 10 ribu per liter. Hadir kerja untuk rakyat!" kata akun resmi PSI seperti dilihat pada Selasa (8/3/2022).

Ketua DPD PSI Kabupaten Bekasi Muhammad Syahril kemudian menjelaskan mengapa pihaknya bisa menjual minyak goreng murah meski di minimarket langka. Dia mengaku membeli minyak goreng dari para pedagang pasar dengan harga lebih mahal lalu menjual sesuai harga subsidi.

"Lebih dari 10 pedagang kami beli secara bergantian, dan harga yang kami bayar juga harga jual saat ini (bukan harga subsidi pemerintah). Rata-rata kami beli minyak goreng dari para pedagang dengan harga 17-18 ribu per liter," katanya.

Ibas Demokrat

Terbaru, aksi menjual minyak goreng murah di tengah kelangkaan dilakukan Waketum Demokrat Ibas. Kegiatan itu dilakukan Ibas saat dirinya berkunjung ke dapil di masa reses ini. Ibas mengaku masih menemukan harga bahan pokok yang mahal termasuk minyak goreng.

"Ini adalah realitas kejadian yang kita temui di Kabupaten Ngawi ketika kami melakukan reses DPR RI. Kita serap aspirasi masyarakat tidak hanya dari pemberitaan, tapi kita melihat langsung di lapangan bahwa benar mereka merasa kesulitan dan mengeluhkan mahalnya harga kebutuhan pokok, seperti kedelai, lombok (cabai), daging dan yang paling gaduh adalah minyak goreng," kata Ibas dalam keterangan tertulis, Rabu (9/3/2022).

Ibas lantas melakukan kegiatan dengan menjual 16 ribu liter minyak goreng kepada masyarakat dengan harga Rp 11.500 per liter, sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Ibas heran kebijakan HET yang telah ditentukan pemerintah tidak terealisasikan dengan baik. Dia bahkan menemukan masih adanya harga minyak Rp 90 ribu per liter.

Ibas lantas melakukan kegiatan dengan menjual 16 ribu liter minyak goreng kepada masyarakat dengan harga Rp 11.500 per liter, sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Ibas heran kebijakan HET yang telah ditentukan pemerintah tidak terealisasikan dengan baik. Dia bahkan menemukan masih adanya harga minyak Rp 90 ribu per liter.

Demokrat kemudian buka suara. Ketua DPP Demokrat Didik Mukriyanto menjelaskan soal kegiatan Ibas menyalurkan belasan ribu ton minyak goreng dengan harga murah itu. Sebab, ada anggapan yang menyebut Ibas justru menimbun minyak goreng.

"Meskipun saya menghargai kebebasan berpendapat, dalam berpendapat harus tetap rasional, objektif, dan faktual. Menebar kebencian, kedengkian, dan fitnah adalah perilaku menyimpang dan jauh dari kewarasan yang harus diluruskan," kata Didik kepada wartawan, Jumat (11/3/2022).

(haf/hri)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT