ADVERTISEMENT

Seperti Ibas, Partai-partai Ini Pernah Jual Murah Minyak Goreng yang Langka

Haris Fadhil - detikNews
Sabtu, 12 Mar 2022 09:09 WIB
Big plastic bottle of olive oil in the hand of the buyer at the grocery store
Ilustrasi minyak goreng (Foto: Getty Images/iStockphoto/sergeyryzhov)

PSI

PSI juga pernah menjual murah minyak goreng di tengah kondisi langka. Aksi itu diunggah lewat akun Twitter DPP PSI.

Keterangan unggahan Twitter PSI tersebut menyatakan minyak goreng masih langka, namun DPD PSI Kabupaten Bekasi bisa menggelar pasar murah dengan harga per liter minyak goreng hanya Rp 10 ribu.

"Minyak goreng masih langka. DPD PSI Kabupaten Bekasi menggelar pasar murah di Kecamatan Cibarusah. Ratusan liter minyak goreng dijual dengan harga Rp 10 ribu per liter. Hadir kerja untuk rakyat!" kata akun resmi PSI seperti dilihat pada Selasa (8/3/2022).

Ketua DPD PSI Kabupaten Bekasi Muhammad Syahril kemudian menjelaskan mengapa pihaknya bisa menjual minyak goreng murah meski di minimarket langka. Dia mengaku membeli minyak goreng dari para pedagang pasar dengan harga lebih mahal lalu menjual sesuai harga subsidi.

"Lebih dari 10 pedagang kami beli secara bergantian, dan harga yang kami bayar juga harga jual saat ini (bukan harga subsidi pemerintah). Rata-rata kami beli minyak goreng dari para pedagang dengan harga 17-18 ribu per liter," katanya.

Ibas Demokrat

Terbaru, aksi menjual minyak goreng murah di tengah kelangkaan dilakukan Waketum Demokrat Ibas. Kegiatan itu dilakukan Ibas saat dirinya berkunjung ke dapil di masa reses ini. Ibas mengaku masih menemukan harga bahan pokok yang mahal termasuk minyak goreng.

"Ini adalah realitas kejadian yang kita temui di Kabupaten Ngawi ketika kami melakukan reses DPR RI. Kita serap aspirasi masyarakat tidak hanya dari pemberitaan, tapi kita melihat langsung di lapangan bahwa benar mereka merasa kesulitan dan mengeluhkan mahalnya harga kebutuhan pokok, seperti kedelai, lombok (cabai), daging dan yang paling gaduh adalah minyak goreng," kata Ibas dalam keterangan tertulis, Rabu (9/3/2022).

Ibas lantas melakukan kegiatan dengan menjual 16 ribu liter minyak goreng kepada masyarakat dengan harga Rp 11.500 per liter, sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Ibas heran kebijakan HET yang telah ditentukan pemerintah tidak terealisasikan dengan baik. Dia bahkan menemukan masih adanya harga minyak Rp 90 ribu per liter.

Ibas lantas melakukan kegiatan dengan menjual 16 ribu liter minyak goreng kepada masyarakat dengan harga Rp 11.500 per liter, sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Ibas heran kebijakan HET yang telah ditentukan pemerintah tidak terealisasikan dengan baik. Dia bahkan menemukan masih adanya harga minyak Rp 90 ribu per liter.

Demokrat kemudian buka suara. Ketua DPP Demokrat Didik Mukriyanto menjelaskan soal kegiatan Ibas menyalurkan belasan ribu ton minyak goreng dengan harga murah itu. Sebab, ada anggapan yang menyebut Ibas justru menimbun minyak goreng.

"Meskipun saya menghargai kebebasan berpendapat, dalam berpendapat harus tetap rasional, objektif, dan faktual. Menebar kebencian, kedengkian, dan fitnah adalah perilaku menyimpang dan jauh dari kewarasan yang harus diluruskan," kata Didik kepada wartawan, Jumat (11/3/2022).


(haf/hri)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT