Serangan Baru ke Sekjen PSI Gegara SBY Dibawa-bawa

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 11 Mar 2022 20:31 WIB
Pengacara Dea Tunggesti
Sekjen PSI Dea Tunggaesti (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Sekjen PSI Dea Tunggaesti mendapat serangan baru gara-gara membawa nama Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Dea diminta tak membawa-bawa nama SBY saat bicara soal amandemen agar presiden bisa menjabat tiga periode.

Polemik yang terjadi antara Rocky Gerung dan Dea ini berawal dari sikap Dea soal wacana penundaan Pemilu 2024. Dea awalnya tegas menyatakan pemilu tak boleh ditunda dengan alasan pandemi Corona.

"PSI tidak bisa menerima usulan perpanjangan masa jabatan presiden. Idealnya, pemilihan presiden, pemilihan anggota legislatif (DPR RI, DPD RI, DPRD provinsi, kabupaten, dan kota) tetap terlaksana pada 14 Februari 2024," kata Dea Tunggaesti, dilansir dari Antara, Rabu (3/2/2022).

Dea kemudian bicara soal peluang Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menjabat tiga periode. Dia mengatakan, jika partai-partai di DPR melihat adanya aspirasi kuat dari rakyat agar Jokowi meneruskan kepemimpinannya menjadi tiga periode, jalan satu-satunya adalah melalui amandemen UUD RI.

"Ini adalah pilihan paling adil, dan nantinya tidak hanya Pak Jokowi, tetapi Pak SBY bisa ikut berlaga kembali. Begitu juga Pak JK bisa ikut berkompetisi sebagai kandidat calon wakil presiden melalui mekanisme pemilu yang jujur, adil, dan transparan pada tahun 2024," katanya.

"Namun tentunya hal tersebut harus didasari oleh amandemen konstitusi yang memperbolehkan Pak Jokowi berlaga kembali pada Pemilu 2024," sambungnya.

Nah, pernyataan Dea itu kemudian dikritisi oleh Rocky Gerung. Peneliti Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D) itu heran terhadap sikap Dea yang tak setuju pemilu ditunda tapi tak masalah Jokowi tiga periode.

"Berita gila adalah PSI menolak penundaan tetapi pro-3 periode. Jadi gue lihat ini PSI makin bego setelah Faldo (Staf Khusus Mensesneg) pindah ke Istana," jelas Rocky dalam acara Adu Perspektif yang disiarkan detikcom berkolaborasi dengan Total Politik, Rabu (3/2).

"Kan aneh, dungu," lantang Rocky.

Dea Serang Balik Rocky

Dea kemudian menyerang balik Rocky Gerung yang menyebut 'dungu'. Dia menyebut komentar Rocky 'supercerdas'.

Dea menilai usulnya soal tiga periode lebih logis dibanding upaya memperpanjang masa jabatan dengan menunda pemilu. Dea mengaku hanya ingin melindungi Jokowi secara konstitusional.

"Pernyataan saya adalah sebuah tanggapan atas realitas politik yang telah dinyatakan secara terbuka oleh partai-partai yang ada di parlemen, yang ingin memperpanjang masa jabatan Presiden tanpa melalui pemilihan umum. Inilah yang kami kritik, inilah yang kami tolak. Inilah cara kami memperjuangkan tegaknya konstitusi agar Pak Jokowi terlindungi secara konstitusional," kata Sekjen PSI Dea dalam keterangan tertulis, Rabu (9/3).

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

Lihat juga Video: Rocky Gerung Vs Sekjen PSI Gegara Sebutan Dungu

[Gambas:Video 20detik]