ADVERTISEMENT

Inisiasi Pelatihan Vokasi Berbasis Komunitas di G20 Dapat Apresiasi

Nada Zeitalini - detikNews
Jumat, 11 Mar 2022 17:48 WIB
Anwar Sanusi
Foto: Kemnaker
Jakarta -

Presidensi Indonesia mendapat apresiasi dan dukungan dari seluruh anggota G20 pada hari terakhir pelaksanaan pertemuan pertama Kelompok Kerja Bidang Ketenagakerjaan G20. Hal itu berkat topik yang diusung yaitu pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pelatihan vokasi berbasis komunitas.

"Presidensi Indonesia kelompok ketenagakerjaan kembali mendapatkan dukungan di hari terakhir pelaksanaan 1st EWG meeting, yang membahas isu pengembangan SDM untuk produktivitas berkelanjutan, melalui penguatan pelatihan vokasi berbasis komunitas," kata Sekjen Kementerian Ketenagakerjaan Anwar Sanusi dalam keterangan tertulis, Jumat (11/3/2022).

Anwar Sanusi menjelaskan bahwa pengembangan SDM yang produktif dan berdaya saing di tengah dinamika perubahan dunia kerja akibat digitalisasi, perubahan iklim, dan struktur demografi, masih menjadi tantangan yang dihadapi negara-negara anggota G20. Oleh karenanya menyiapkan SDM unggul melalui pelatihan keterampilan vokasi dan pembelajaran seumur hidup merupakan pendorong fundamental dalam menciptakan pekerjaan layak serta peningkatan produktivitas yang berkelanjutan.

"Upaya strategis tersebut merupakan faktor esensial bagi kualitas angkatan kerja, kesejahteraan para pekerja, dan keberlangsungan usaha. Oleh sebab itu harus dibangun tanggung jawab dan kolaborasi bersama antar stakeholder baik pemerintah, kelompok pekerja/buruh, pengusaha, akademisi serta komunitas masyarakat lainnya," tuturnya.

Menambahkan, Anwar menjelaskan bahwa dalam pertemuan pertama EWG Presidensi Indonesia juga mendorong untuk memperbarui G20 Skills Strategy. Itu merupakan upaya penyiapan angkatan kerja terampil melalui pendekatan efektif yang berpusat pada manusia dengan mendorong keterlibatan aktif komunitas dan mitra sosial lainnya. Khususnya dalam merespon tantangan dunia kerja akibat disrupsi digital, perubahan iklim, dan pandemi COVID-19.

Menurutnya pelatihan vokasi berbasis komunitas merupakan integrasi sistem keterampilan dan pembelajaran seumur hidup yang diharapkan dapat memperkuat kualitas. Selain itu juga menjadi akses pelatihan kerja dan kewirausahaan yang inklusif khususnya bagi kelompok rentan, NEET (pemuda yang tidak bekerja, mengikuti pendidikan, dan/atau pelatihan), dan berada di kawasan pedesaan maupun remote area.

"Inisiasi Presidensi melalui pelatihan vokasi berbasis komunitas ini menawarkan pendekatan baru dalam upaya merespons dinamika ketenagakerjaan saat ini, dengan menghubungkan sistem dan pengelolaan keterampilan kerja berdasarkan kebutuhan lokal, menciptakan jejaring antar pemangku kepentingan lokal, meningkatkan kualitas dan akses pelatihan vokasi, responsif terhadap perubahan iklim dan lingkungan, serta membangun kemitraan, partisipasi, dan dialog sosial pemangku lokal," ujarnya.

Sementara Kepala Biro Kerjasama Kementerian Ketenagakerjaan M. Arif Hidayat berharap solusi yang ditawarkan Presidensi Indonesia dapat memperkuat jalinan pelaku usaha, baik pada kelompok usaha besar, menengah dan kecil (formal dan informal), serta meningkatkan jalinan kelompok pekerja. Baik di tingkat lokal maupun regional, dalam upaya mendukung pembelajaran dan pekerjaan yang berkualitas tinggi. Selain itu juga diharapkan dapat memberikan dukungan bagi peserta pelatihan vokasi menghadapi persaingan kerja akibat perubahan dunia kerja dan pasar kerja yang begitu cepat dan dinamis.

"Prioritas Presidensi ini merupakan isu lintas sektor G20, khususnya pada kelompok kerja G20 bidang pendidikan dan kelompok kerja G20 bidang ketenagakerjaan, yang dapat digagas bersama serta berpotensi meraih komitmen bersama di antara pemimpin G20 pada bulan September mendatang, dalam upaya menciptakan kondisi ketenagakerjaan untuk dapat segera bangkit dan pulih bersama," ujar Arif Hidayat.

(fhs/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT