Bejat! Ayah di Sumsel Cabuli Anaknya yang Disabilitas Berulang Kali

Prima Syahbana - detikNews
Jumat, 11 Mar 2022 15:13 WIB
Ayah di Musi Banyuasin tega mencabuli anaknya yang disabilitas
Ayah di Musi Banyuasin tega mencabuli anaknya yang disabilitas. (Dok. Istimewa)
Musi Banyuasin -

Seorang ayah berinisial SP (35) di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, ditangkap polisi kasus pencabulan. Dia ditangkap setelah mencabuli putri kandungnya, AC (14), yang merupakan penyandang disabilitas, berulang kali.

"Iya, pelaku pencabulan terhadap anak kandungnya yang disabilitas sudah kita tangkap," kata Kapolres Muba AKBP Alamsyah Peluppesy ketika dimintai konfirmasi, Jumat (11/3/2022).

Kasi Humas Polres Muba Iptu Nazzarudin mengatakan aksi bejat SP terungkap setelah aksi terakhirnya terhadap anak kandungnya yang memiliki keterbelakangan mental itu pada November 2021 terbongkar.

"Jadi terungkap nya kasus ini setelah aksinya terakhir pelaku pada 11 November 2021 diketahui ibu korban, korban memang mengidap keterbelakangan mental," kata Nazzarudin kepada detikcom, terpisah.

Menurut Nazzarudin, aksi cabul tersebut sudah lama dilakukan SP kepada korban. Namun, karena menurut ibu korban perlakuan yang dilakukannya selama ini masih dalam batas antara ayah dan anak, ia tidak melaporkannya.

"Dari pengakuan ibu korban, pelaku ini sering dilihat ibunya tidur berdua bersama putrinya di depan TV. Namun, di saat ibunya tidak di rumah, korban ternyata sering dicabuli pelaku," terangnya.

Tapi, lanjut dia, pada November 2021 itu aksi cabul yang dilakukan pelaku semakin menjadi-jadi dan mengarah bertambah parah. Saat ibu korban hendak meninggalkan rumah 2 hari, korban yang menolak akhirnya membeberkan semua aksi bejat ayahnya.

"Karena korban trauma, ketika hendak ditinggal sang ibu selama 2 hari korban menolak. Korban akhirnya buka suara usai didesak ibunya yang curiga. Korban bercerita kalau dia sudah menjadi korban pencabulan oleh ayahnya," ungkapnya.

Mendengar hal itu, sambungnya, ibu korban pun melapor ke polisi. Usai dilakukan pemeriksaan terhadap korban dan para saksi, pelaku ditangkap tanpa perlawanan, Kamis (10/3) kemarin.

"Atas perbuatannya, pelaku yang kini sudah mengakui perbuatannya ditetapkan menjadi tersangka dan dilakukan penahanan Dia dijerat Pasal 82 ayat (1), (2) jo Pasal 76 E UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak," jelas Iptu Nazzarudin.

(mud/mud)