ADVERTISEMENT

Penjelasan Wagub DKI soal Kerangka Sirkuit Formula E Pakai Bambu

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Jumat, 11 Mar 2022 14:08 WIB
Wagub DKI Jakarta Riza Patria usai diklarifikasi soal kerumunan acara Habib Rizieq.
Wagub DKI Jakarta Riza Patria (Yogi Ernes/detikcom)
Jakarta -

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menjelaskan kegunaan bambu untuk lapisan bawah sirkuit Formula E. Riza mengatakan bambu memang biasa digunakan di lokasi berair.

"Seperti di daerah-daerah pinggiran sungai di mana di situ termasuk cukup berair ya, untuk penguatan dan itu biasa di dalam teknik sipil ya. Silakan teman-teman dicek langsung ya, bahkan bisa di-Googling itu hal yang sederhana itu bukan sesuatu yang luar biasa," kata Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jumat (11/3/2022).

Di sisi lain, Riza menjelaskan, tidak semua lokasi menggunakan bambu untuk menopang sirkuit. Sebab, beberapa titik yang tanahnya sudah mengeras.

"Itu kan hanya di beberapa titik, tidak semuanya," ujarnya.

Riza meyakini penggunaan bambu dapat menambah daya dukung tanah, terutama untuk sirkuit Formula E yang bersifat permanen.

"Itu bagian daripada teknik dalam rangka penguatan, daya dukung tanah itu sendiri, apalagi dibuat lebih baik lagi permanen," imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, Pembangunan sirkuit Formula E masih terus berjalan. Ternyata permukaan sirkuit Formula E ditopang oleh bambu dan kayu. Soalnya, harga bisa mahal bila pakai besi semua.

Awalnya, wartawan mengetahui ada konstruksi bambu yang menopang permukaan lintasan tempat berpacunya mobil balap elektrik saat acara kunjungan media di lokasi proyek sirkuit, Ancol, Jakarta Utara, Rabu (23/2) lalu. Pihak kontraktor menjelaskan pilihan material tumbuh-tumbuhan ini.

"Bambu ini untuk semacam rakitnya," kata penanggung jawab proyek sirkuit Formula E dari PT Jaya Konstruksi, Ari Wibowo, saat itu.

Dia menjamin penggunaan material bambu sudah memakai perhitungan cermat. Pembangun sirkuit ini bukanlah orang-orang yang tidak berpengalaman. Soal bambu yang jadi pilihan, material ini dianggap punya resiliensi istimewa.

"Tadi bambu itu (dipilih karena) tahan terhadap air dan dia bisa dipecah, bisa jadi rata, bisa diratakan," kata Ari Wibowo.

(taa/zap)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT