detikcom Do Your Magic: Warga Cerita Kali Baru Kawasan Hek Masih Meluap ke Jalan

Marteen Ronaldo - detikNews
Kamis, 16 Des 2021 13:20 WIB
Pedagang di Jl Raya Bogor, Kawasan Hek, Kramat Jati
Deden, pedagang di Jl Raya Bogor, kawasan Hek, Kramat Jati (Marteen Ronaldo/detikcom)
Jakarta -

Meskipun sudah ada tanggul sementara, air Kali Baru di kawasan Hek, Kramat Jati, Jakarta Timur, diceritakan warga, masih sering meluap. Air sungai beberapa kali tumpah ke Jl Raya Bogor.

"Sekalipun sudah diperbaiki, tetap saja air masih meluap ke jalan raya juga. Dan di saat itu pula kita harus tetap berhati-hati," kata salah satu pedagang, Deden, di lokasi, Kamis (16/12/2021).

Deden berharap tanggul permanen segera terwujud. Tanggul haruslah kokoh dan bisa menahan luapan air dari kali.

"Seharusnya dibuat tanggul seperti di Situ Gintung, yang memang benar-benar kokoh dan kuat. Jadi sekalipun hujan, kita tidak khawatir lagi," terangnya.

Sementara itu, warga lainnya, Syamsudin, berpendapat, tanggul sementara memberi pengaruh baik. Bisa memperkecil risiko banjir di permukiman dekat Kali Baru.

"Biasanya kayak waktu itu kan air sempat masuk ke rumah kita, sekarang paling ke jalan raya. Jadi sekalipun belum terlalu efektif, setidaknya sudah berhasil menekan tingkat risiko banjir lebih tinggi," ujarnya.

Ia pun berharap perbaikan tanggul Hek segera dirampungkan sebelum intensitas hujan semakin tinggi. "Harapannya semoga cepat diselesaikan biar tidak terjadi banjir dalam jumlah besar apabila ada air kiriman dari Bogor," jelasnya

Sebelumnya, bronjong sebagai tanggul sementara di Kali Baru sudah terpasang. Kasatpel SDA Kramat Jati, Jakarta Timur, Muchlis menyebut pengerjaan tanggul permanen di kawasan Hek ditunda.

"Itu sudah selesai kita perbaiki karena kan itu tanggul sifatnya sementara. Dan target kita sendiri sebenarnya hanya membuat agar tanggul itu bisa bertahan saat air mulai meninggi," kata Muchlis saat dihubungi, Kamis (16/12).

"Kita rencanakan tahun depan akan kita buat tanggul permanen, tunggu anggaran tahun 2022 disahkan terlebih dahulu," ucap Muchlis.

(aik/aik)