KPAI Temui DPRD, Janji Kawal Kasus Perdagangan 30 Anak di Jambi

Ferdi Almunanda - detikNews
Jumat, 11 Mar 2022 08:21 WIB
Temui DPRD, KPAI Bahas Kasus Perdagangan 30 Anak di Jambi
Foto: Dok. Istimewa
Jakarta -

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) akan terus mengawal kasus hukum perdagangan orang yang dialami 30 anak di bawah umur di Jambi. Selain mengawal kasus hukum, KPAI juga melaporkan berbagai persoalan terhadap korban demi memulihkan psikologisnya ke DPRD Jambi.

"Ya selain mengawasi masalah kasus hukum nya ini. Tujuan kita juga bertemu dengan anggota Komisi IV DPRD Jambi ini tentu meminta agar sama-sama bertugas dalam mengawasi. KPAI bertugas mengawasi, dan DPRD juga mempunyai tugas yang mengawasi," kata Komisioner KPAI, Ai Maryati Solihah usai bertemu Komisi IV DPRD Jambi, Kamis (10/3/2022).

Dalam pertemuan di DPRD Jambi, KPAI berharap agar korban yang mengalami kekerasan seksual dan perdagangan orang itu terus diawasi baik dari segi perlindungannya, serta kemudian dari segi pendidikan.

Apalagi, anak dibawah umur yang menjadi korban tindak perdagangan orang itu, rata-rata berusia 13-15 tahun, yang mana para korban masih pelajar SMP dan SMA di Jambi.

"Jadi kita mesti tahu juga ni, semua dinas yang terkait itu harus diawasi oleh DPRD Jambi. Mulai dengan persoalan perlindungannya, lalu pendidikannya bagaimana, apakah si anak yang jadi korban itu masih mendapatkan pendidikan atau sudah berhenti," ujar Maryati.

Persoalan pendidikan dan perlindungan hukum itu tentu menjadi suatu hal yang sangat penting dilakukan untuk para korban yang masih dibawah umur.

"Ya bukan kah kita semua harus melindungi baik terhadap hak anak semuanya, maka dari itu kita juga mau tau Dinas terkait, terutama dinas pendidikan bagaimana dengan hak pendidikan mereka. Lalu juga terkait perlindungan hukumnya," terang Maryati.

Pertemuan KPAI dengan DPRD Jambi itu berharap agar dapat membantu korban anak dibawah umur di Jambi dalam membantu persoalan pendidikan dan perlindungan.

"Saya yakin dengan pertemuan dengan teman-teman DPRD Jambi ini bisa sama-sama membantu, dan juga mempunyai visi yang sama dalam mendorong dinas terkait untuk memberikan perlindungan dan pendidikannya," ujar Maryati

Sementara itu, KPAI saat ini juga sudah mendata, anak dibawah umur yang menjadi korban perdagangan orang itu sekarang telah dilakukan rehabilitasi di salah satu tempat di Jambi. Rehabilitasi disitu dinilai dapat membantu mengembalikan psikologis anak yang jadi korban kekerasan seksual.

"Kalau saat ini dari yang kami ketahui semua korban sudah ditempatkan disana untuk membantu mengembalikan psikologis mereka ya," ucap dia.

Lihat juga video 'Empat Orang Jadi Tersangka Sindikat Perdagangan Anak di Tasikmalaya':

[Gambas:Video 20detik]



Bersambung di halaman selanjutnya. Langsung klik