ADVERTISEMENT

Belum Ada Lampu Hijau dari MUI Meski Miftachul Akhyar Pilih Undur Diri

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 10 Mar 2022 20:03 WIB
Rais Aam PBNU terpilih KH Miftachul Akhyar menghadiri Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama (NU) di Universitas Lampung, Lampung, Jumat (24/12/2021) dini hari. KH Miftachul Akhyar terpilih sebagai Rais Aam PBNU periode 2021-2026 pada Muktamar ke-34 NU. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/pras.
Miftachul Akhyar (Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Jakarta -

Pengunduran diri Miftachul Akhyar dari jabatan ketua umum belum mendapatkan lampu hijau dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Pengurus MUI meminta Miftachul tetap menjabat Ketum MUI.

Miftachul Akhyar Mundur

Miftachul Akhyar sebelumnya telah mengirimkan surat pengunduran diri dari jabatan Ketua Umum MUI. Miftachul membeberkan alasan pengunduran dirinya itu.

"Di saat Ahlul Halli Wal Aqdi (Ahwa) Muktamar ke-34, NU menyetujui penetapan saya sebagai Rais Aam, ada usulan agar saya tidak merangkap jabatan. Saya langsung menjawab sami'na wa atha'na (kami dengarkan dan kami patuhi). Jawaban itu bukan karena ada usulan tersebut, apalagi tekanan," ujar Miftachul seperti dikutip dari situs NU Online, Rabu (9/3).

Dia kemudian menceritakan saat menjadi Ketum MUI pada November 2020. Kala itu, Miftachul mengatakan, dia dirayu dan diyakinkan selama dua tahun untuk mengisi kursi Ketum MUI. Miftachul menyebut sempat keberatan, tapi akhirnya menerima jabatan Ketum MUI.

"Tapi kemudian saya takut menjadi orang pertama yang berbuat 'bid'ah' di dalam NU, karena selama ini Rais Aam PBNU selalu menjabat Ketua Umum MUI," jelasnya.

Ketua Badan Pembinaan dan Pengembangan Organisasi MUI Salahuddin Al-Aiyub mengatakan sudah menerima surat pengunduran diri Miftachul. Selanjutnya, MUI akan merespons sesuai dengan aturan dan ketentuan internal.

Keputusan Rapat Kesekjenan MUI

Di sisi lain, rapat Kesekjenan MUI belum bisa menerima pengunduran diri Miftachul Akhyar dari posisi ketua umum. Rapat Kesekjenan MUI merujuk pada keputusan Munas X MUI yang mengamanatkan Miftachul Akhyar menjadi Ketum sampai 2025.

"Sesuai keputusan rapat kesekjenan (9/3) terkonfirmasi betul adanya surat pengunduran diri Ketum MUI. Rapat kesekjenan memutuskan belum bisa menerima pengunduran diri ketum karena keputusan Munas X (2020) Kiai Miftah sebagai ketum 2020-2025," kata Sekjen MUI Amirsyah Tambunan kepada wartawan, Rabu (9/3).

Atas surat pengunduran Miftachul itu, Dewan Pimpinan MUI akan melakukan pembicaraan sesuai dengan mekanisme organisasi dalam rapat pimpinan, pleno, hingga paripurna.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya...

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT