Miftachul Akhyar Mundur, Siapa Bakal Jadi Ketum MUI?

ADVERTISEMENT

Miftachul Akhyar Mundur, Siapa Bakal Jadi Ketum MUI?

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Rabu, 09 Mar 2022 17:18 WIB
Rais Aam PBNU terpilih KH Miftachul Akhyar menghadiri Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama (NU) di Universitas Lampung, Lampung, Jumat (24/12/2021) dini hari. KH Miftachul Akhyar terpilih sebagai Rais Aam PBNU periode 2021-2026 pada Muktamar ke-34 NU. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/pras.
Miftachul Akhyar (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Jakarta -

Miftachul Akhyar mundur dari jabatannya sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI). Lantas siapa yang bakal menggantikan Miftachul?

"Belum ada aturan tentang mekanisme pengunduran diri. Nanti akan dibahas. Apakah bisa, apa tidak," kata Ketua MUI Bidang Fatwa, Asrorun Niam, lewat pesan singkat, Rabu (9/3/2022).

Niam menjelaskan surat pengunduran diri Miftachul akan dibahas terlebih dahulu. Pembahasan dilakukan dengan merujuk pada aturan di internal MUI.

"Surat pengunduran diri tersebut akan dibahas dalam rapat dengan merujuk pada aturan organisasi," ujar Niam.

Seperti diketahui, Ketua Umum MUI biasanya diisi oleh sosok dari NU atau Muhammadiyah. Jika Ketua Umum MUI dari NU, biasanya posisi Sekjen MUI dari Muhammadiyah. Begitupun sebaliknya.

Sebagai contoh, dua periode terakhir kepengurusan MUI, posisi ketum diisi oleh tokoh dari NU. Ma'ruf Amin menjadi Ketum MUI pada 2015-2020 dan sekjennya adalah Anwar Abbas.

Sedangkan pada periode selanjutnya, Miftachul Akhyar terpilih menjadi ketum. Sedangkan sekjennya adalah Amirsyah Tambunan.

Kini posisi Ketum MUI bakal ditinggalkan Miftachul Akhyar. Jika melihat struktur MUI, saat ini terdapat dua wakil ketua umum, yaitu Anwar Abbas dan Marsudi Syuhud. Namun belum ada penjelasan lebih lanjut mengenai posisi Ketum MUI tersebut.

Sebelumnya, dalam forum Muktamar ke-34 NU, AHWA meminta Rais Aam fokus pada pengembangan NU. Miftachul Akhyar diharapkan tidak merangkap jabatan.

"Ada anggota AHWA berpendapat antara lain pendapat itu kalau ingin menjadi Rais Aam Nahdlatul Ulama 2021-2026, diharapkan untuk tidak rangkap jabatan di organisasi lain. Ada pandangan seperti itu dan itu disetujui oleh seluruh anggota AHWA bahwa Rais Aam fokus di dalam pembinaan dan pengembangan jamiyah Nahdlatul Ulama ke depan," kata salah satu anggota AHWA Zainal Abidin di forum pleno Muktamar ke-34 NU, Jumat (24/12).

Hal itu kemudian ditanyakan ke Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam terpilih. Dia siap patuh terhadap arahan tersebut.

"Lalu kami berdiskusi dan berdialog dengan Rais Aam terpilih, beliau berkata dengan sangat santun sekali sami'na waatho'na," ujar Zainal Abidin.

Lihat juga video 'Miftachul Akhyar Terpilih Jadi Rais Aam PBNU':

[Gambas:Video 20detik]



(knv/tor)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT