Disebut Beri Arahan Anak Buah Terima Fee Proyek, Eks Kabakamla Membantah

ADVERTISEMENT

Disebut Beri Arahan Anak Buah Terima Fee Proyek, Eks Kabakamla Membantah

Zunita Putri - detikNews
Kamis, 10 Mar 2022 15:54 WIB
Sidang kasus korupsi proyek di Bakamla
Sidang kasus korupsi proyek di Bakamla (Zunita/detikcom)

Arie Soedewo Membantah

Arie Soedewo yang juga bersaksi dalam sidang membantah pernyataan kedua saksi itu. Arie mengaku dia tidak tahu-menahu soal pembagian fee itu.

"Kaitan dengan uang, apakah Bapak pernah merintahkan untuk tadi ada persentase 7,5 persen dan sebagainya?" tanya jaksa Takdir.

"Tidak ada," kata Arie.

Arie mengaku pernah mendatangi Fahmi dan bertanya tentang pembagian fee itu. Namun, saat itu Arie tidak menemukan jawaban.

"Malam itu saya ke tempat Fahmi Darmawansyah, apa benar begini, begini, begini? Kemudian terus tanya apa ada pembagian 7,5 persen dan 2 persen, kemudian saya cek, ketika saya tanya ke Fahmi (jawabannya) tidak ada," ujar Arie.

Dalam sidang ini, PT Merial Esa didakwa memberi suap sejumlah pejabat DPR hingga Bakamla. Jaksa menyebut pemberian suap dimaksudkan agar PT Merial Esa mendapat proyek monitoring satellite dan drone di Bakamla.

Jaksa mengatakan suap itu diberikan ke sejumlah orang, antara lain:

- Fayakhun Andriadi selaku anggota Komisi I DPR 2014-2019 sebesar USD 911.480

- Ali Fahmi alias Fahmi Habsyi selaku Narasumber Bidang Perencanaan dan Anggaran Bakamla Rp 64 miliar

- Eko Susilo Hadi selaku Deputi Bidang Informasi, Hukum, dan Kerja Sama Bakamla yang juga bertugas sebagai Plt Sestama Bakamla dan KPA Bakamla TA 2016 sebesar SGD 100 ribu, USD 88.500, dan euro 10 ribu

- Bambang Udoyo selaku Direktur Data Informasi pada Deputi Bidang Informasi, Hukum, dan Kerja Sama Bakamla merangkap PPK Sebesar SGD 105 ribu.

- Nofel Hasan selaku Kabiro Perencanaan dan Organisasi di Bakamla SGD 104.500.

- Tri Nanda Wicaksono selaku Kasubag TU Sestama Bakamla sebesar Rp 120 juta.


(zap/lir)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT