Pemkab Bogor Mulai Bebaskan Lahan Proyek Sky Bridge Stasiun Bojong Gede

Rizky Adha Mahendra - detikNews
Kamis, 10 Mar 2022 15:21 WIB
Suasana antrean penumpang KRL di Stasiun Bojong Gede, Senin, 10 Agustus pukul 06.00 WIB pagi. (Sachril AB/detikcom)
Foto ilustrasi Stasiun Bojong Gede (Sachril AB/detikcom)
Bogor -

Pemkab Bogor dan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) berencana membangun sky bridge atau jembatan layang menghubungkan stasiun dan terminal Bojong Gede. Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor Muslim Akbar mengatakan pembebasan lahan sudah dimulai.

"Sampai saat ini kita baru melakukan tahapan-tahapan (pembebasan lahan). Sehingga nanti akan terselesaikan dengan apa yang sudah ditetapkan oleh BPTJ," kata Muslim kepada wartawan, Kamis (10/3/2022).

Dia mengatakan tak ada perubahan lokasi terminal. Namun, pihaknya bakal melakukan sejumlah perbaikan.

"Terminal tetap di situ. Namun nanti peruntukannya yang akan kita modifikasi," terangnya.

Muslim tidak menjelaskan luas tanah yang sudah dibebaskan Pemkab Bogor. Dia mengatakan lahan yang harus dibebaskan seluas 280 meter persegi.

"(Luasnya) 280 meter, tanah milik warga," ucapnya.

Sebelumnya, Direktur Prasarana BPTJ Jumardi menargetkan sky bridge mulai dibangun pada April 2022. Sky bridge itu akan dibangun dengan anggaran sekitar Rp 16,5 miliar.

"Saat ini proses pelelangan pekerjaan tersebut sedang berlangsung di mana pada akhir bulan ini diharapkan sudah dapat dilakukan penetapan pemenang lelang. Jadi kita harapkan groundbreaking dapat dilakukan pada bulan April," kata Jumardi melalui keterangan tertulis, Kamis (10/3).

Sky bridge tersebut dibiayai sepenuhnya oleh BPTJ senilai Rp 16,5 miliar. Sedangkan Pemkab Bogor bertanggung jawab membebaskan lahan dengan anggaran Rp 4 miliar.

"Jembatan layang tersebut sepenuhnya dibiayai oleh APBN senilai Rp 16,5 miliar melalui anggaran BPTJ tahun 2022. Sementara Pemerintah Kabupaten Bogor mengalokasikan anggaran sekitar Rp 4 miliar untuk kebutuhan pembebasan lahan," ucapnya.

(haf/haf)