Pengawal RUU APP Sangkal Akan Sweeping Baju Seksi

Pengawal RUU APP Sangkal Akan Sweeping Baju Seksi

- detikNews
Kamis, 18 Mei 2006 12:30 WIB
Jakarta - Tim Pengawal RUU Anti-Pornografi dan Pornoaksi (APP) menyangkal akan merazia wanita berpakaian seksi dalam aksi mereka pada 21 Mei mendatang. Bahkan mereka menilai isu itu dihembuskan untuk mendiskreditkan mereka."Tim Pengawal RUU APP tidak pernah melakukan hal itu," tegas Ketua Umum Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa (Gema) Pembebasan, M Amir Muttaqin, pada detikcom, Kamis (18/5/2006) di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat.Gema Pembebasan adalah salah satu elemen Tim Pengawal RUU APP yang turut aksi mendukung RUU APP pada 21 Mei mendatang.Amir menuturkan, isu sweeping wanita berpakaian seksi itu sengaja dihembuskan untuk menimbulkan citra negatif terhadap Tim Pengawal RUU APP dan ormas-ormas Islam yang bergabung di dalamnya."Kita tidak menginginkan adanya upaya-upaya penggagalan atau kerusuhan pada 21 Mei nanti," kata Amir."Isu sweeping itu tidak jelas dari mana sumbernya. Tapi yang jelas ini merupakan provokasi," imbuhnya.Amir menyayangkan adanya isu itu. "Jangan ada seperti itu karena kita tidak melakukan aksi-aksi secara fisik. Kita hanya mengimbau atau sosialisasi pada masyarakat untuk menyadarkan masyarakat dalam aksi 21 Mei nanti," jelasnya.Pada 21 Mei 2006, Tim Pengawal RUU APP akan menggelar aksi sejuta umat mendukung pengesahan RUU AP. Aksi ini dipusatkan di Bundaran HI.Direncanakan sejumlah tokoh akan hadir dalam aksi mendukung RUU APP itu, antara lain Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi, Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, dai kondang Aa Gym, penyair Taufik Ismail, dan artis Inneke Koesherawati.Demo PemanasanAmir hari ini berada di Bundaran HI bersama puluhan para mahasiswa yang tergabung dalam Gema Pembebasan. Mereka menuntut DPR segera mengesahkan RUU APP.Aksi yang dimulai pukul 11.30 WIB ini juga diisi dengan pembagian undangan agar publik bergabung dalam aksi sejuta umat 21 Mei.Sejumlah poster mereka bawa, antara lain bertuliskan "Pornografi dan pornoaksi membuat rakyat bejat" dan "Perangi pornografi dan pornoaksi, selamatkan generasi muda." (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads