Ngaku Menyesal, Pembunuh dan Pemerkosa Wanita di Jakpus Minta Maaf

ADVERTISEMENT

Ngaku Menyesal, Pembunuh dan Pemerkosa Wanita di Jakpus Minta Maaf

Anggi Muliawati - detikNews
Rabu, 09 Mar 2022 12:09 WIB
Pria pemerkosa dan pembunuh wanita di Sawah Besar mengaku menyesal
Pria pemerkosa dan pembunuh wanita di Sawah Besar mengaku menyesal (Dok. Istimewa)
Jakarta -

Pria inisial A (22), pelaku pembunuhan dan pemerkosaan di Sawah Besar, Jakarta Pusat, mengaku menyesal atas perbuatannya. Pelaku membunuh dan memperkosa korban, perempuan inisial AW (20), lantaran sakit hati karena ditolak cintanya.

"Untuk yang saya lakukan, saya sangat menyesal," kata A (22) saat dihadirkan dalam jumpa pers di Polres Metro Jakarta Pusat, Rabu (9/3/2022).

A mengaku perbuatan yang dilakukannya itu spontanitas. Dengan kepala tertunduk, A memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada keluarga korban.

"Untuk keluarga korban, saya minta maaf yang sebesar-besarnya. Saya spontan melakukan ini. Saya betul-betul minta maaf," katanya.

Korban Diperkosa dan Dibunuh

Seperti diketahui, AW (20) ditemukan tewas nyaris tanpa pakaian di kontrakannya. Polisi menduga AW merupakan korban pembunuhan dan pemerkosaan.

Korban ditemukan tewas pada Jumat (4/3) sekitar pukul 15.00 WIB. Korban pertama kali ditemukan tewas oleh kakaknya.

Pelaku lalu ditangkap di Tamansari, Jakarta Barat, hanya berselang 3 jam setelah mayat korban ditemukan. Kemudian, polisi menetapkan A (22) sebagai tersangka pemerkosaan dan pembunuhan AW (20).

"Sudah (jadi tersangka)," ujar Kapolsek Sawah Besar Kompol Maulana Muqarom saat dimintai konfirmasi, Minggu (6/3).

Maulana mengatakan korban dan pelaku berteman sejak dua tahun yang lalu. Keduanya cukup dekat tanpa status asmara.

"Jadi kan motifnya adalah tersangka sakit hati kepada korban ya. Mereka berdua ini temen dekat kenalan sudah sekitar dua tahun. Namun, ketika si pelaku mengutarakan rasa suka kepada korban, ternyata korban tidak merespons. Intinya 'di-PHP-in' lah," jelas Maulana.

Simak juga 'Bejat! Tukang Kredit Perkosa Gadis Disabilitas Berkali-kali hingga Melahirkan':

[Gambas:Video 20detik]



(mea/mea)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT