Uang Saya Dibawa Kabur Sales Mobil, Apakah Dealer Wajib Ganti Rugi?

ADVERTISEMENT

detik's Advocate

Uang Saya Dibawa Kabur Sales Mobil, Apakah Dealer Wajib Ganti Rugi?

Andi Saputra - detikNews
Rabu, 09 Mar 2022 08:29 WIB
Car dealer sales/rent car to the customer
Ilustrasi (Getty Images/iStockphoto/praetorianphoto)
Jakarta -

Penjualan mobil oleh dealer dilakukan lewat sales untuk menawarkan kendaraan ke konsumen. Namun bagaimana bila sales 'nakal' membawa kabur uang konsumen? Dan si sales menghilang?

Hal itu dialami pembaca detikcom. Berikut ini kasus perkaranya:

YS berkunjung ke dealer mobil di Jakarta Selatan. Dia bertemu dengan sales yang memakai baju dealer dan name tage. YS kemudian terbujuk membeli mobil dengan mentransfer DP ke rekening pribadi sales dan sisanya ke rekening resmi dealer. Ternyata belakangan sales menghilang dan membawa kabur uang DP mobil dari YS.

Pertanyaan:

1. Bagaimana tanggung jawab perusahaan yang mempekerjakan sales tersebut terhadap si konsumen?
2. Apakah perusahaan bertanggungjawab juga secara pidana?

Untuk menjawab pertanyaan di atas, detik's Advocate mengupas tuntas dengan advokat Boris Tampubolon SH. Berikut ini jawaban lengkapnya:

1. Bagaimana Tanggung Jawab Perusahaan yang Mempekerjakan Sales tersebut Terhadap Si Konsumen?

Bila benar sales tersebut bekerja di perusahaan tersebut, maka perusahaan tetap bertanggungjawab secara perdata atas kerugian yang diderita oleh konsumen. Secara perdata kalau benar itu karyawan dealer, maka perusahaan harus kasih ganti rugi kepada si konsumen yang dirugikan. Hal ini diatur dalam Pasal 1367 Kitab Undang- Undang Hukum Perdata yang menyatakan:

Seseorang tidak hanya bertanggung jawab, atas kerugian yang disebabkan perbuatannya sendiri, melainkan juga atas kerugian yang disebabkan perbuatan-perbuatan orang-orang yang menjadi tanggungannya atau disebabkan barang-barang yang berada di bawah pengawasannya.

Majikan dan orang yang mengangkat orang lain untuk mewakili urusan-urusan mereka, bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh pelayan atau bawahan mereka dalam melakukan pekerjaan yang ditugaskan kepada orang-orang itu.

Jadi jelas majikan dalam hal ini perusahaan wajib bertanggung jawab secara perdata untuk mengganti kerugian yang diakibatkan oleh karyawannya kepada konsumen.

2. Apakah Perusahaan Bertanggung Jawab Juga Secara Pidana?

Perusahaan dalam konteks ini tidak bisa dipertanggungjawabkan secara pidana. Tidak bisa dipidanakan, kecuali bisa dibuktikan perbuatan karyawan tersebut disuruh oleh perusahaan. Selama perbuatan menipu konsumen itu murni karyawan sendiri yang lakukan, karyawan tersebutlah secara pribadi yang diproses pidana.

Terima kasih

Boris Tampubolon
Advokat dan Founder Dalimunthe & Tampubolon Lawyers (DNT Lawyers)

Tentang detik's Advocate

detik's Advocate adalah rubrik di detikcom berupa tanya-jawab dan konsultasi hukum dari pembaca detikcom. Semua pertanyaan akan dijawab dan dikupas tuntas oleh para pakar di bidangnya.

Pembaca boleh bertanya semua hal tentang hukum, baik masalah pidana, perdata, keluarga, hubungan dengan kekasih, UU Informasi dan Teknologi Elektronik (ITE), hukum merekam hubungan badan (UU Pornografi), hukum waris, perlindungan konsumen dan lain-lain.

Identitas penanya bisa ditulis terang atau disamarkan, disesuaikan dengan keinginan pembaca. Seluruh identitas penanya kami jamin akan dirahasiakan.

Pertanyaan dan masalah hukum/pertanyaan seputar hukum di atas, bisa dikirim ke kami ya di email: redaksi@detik.com dan di-cc ke e-mail: andi.saputra@detik.com dengan subjek e-mail: detik's Advocate

Semua jawaban di rubrik ini bersifat informatif belaka dan bukan bagian dari legal opinion yang bisa dijadikan alat bukti di pengadilan serta tidak bisa digugat.

Simak Video 'Hati-hati! Konsumen Ini Ditipu Sales saat Beli mobil di Dealer Resmi Honda':

[Gambas:Video 20detik]



(asp/dwia)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT