2 Pelaku TPPO Diciduk, Janjikan ABG Kerja Malah Dijadikan PSK di Riau

M Iqbal - detikNews
Selasa, 08 Mar 2022 21:45 WIB
Cilegon -

Dua pelaku tindak pidana perdagangan orang (TPPO) berinisial HF dan NM ditangkap polisi. Mereka menjanjikan seorang anak baru gede (ABG) wanita berusia 17 tahun bekerja di butik malah dijadikan pekerja seks komersial (PSK) di Pekanbaru, Riau.

Kasus ini berawal dari orang tua korban yang melaporkan anaknya diculik. Polisi kemudian menelusuri kasus penculikan tersebut dengan memintai keterangan orang tua korban dan penelusuran kasus.

"Kronologisnya pada Selasa, 15 Februari 2022, sekitar pukul 11.30 WIB di rumah tempat tinggal pelapor didatangi oleh kedua pelaku yang meminta izin kepada pelapor yaitu ibu korban untuk membawa korban ke Serang untuk bekerja, di mana bekerjanya waktu itu disampaikan di sebuah butik," kata Kapolres Cilegon AKBP Sigit Haryono, Selasa (8/3/2022).

Sigit mengatakan korban dan pelaku sempat berkomunikasi melalui media sosial terkait tawaran kerja di butik tersebut. Korban menerima penawaran pelaku karena dijanjikan kerja di butik.

"Antara pelaku dan korban sebelumnya sudah berkomunikasi menggunakan media sosial, namun ibu korban tidak mengizinkan kepada kedua pelaku untuk membawa ke Serang untuk bekerja," katanya.

Penolakan orang tua korban rupanya tak diindahkan oleh pelaku yang sempat meminta izin. Korban dibawa pelaku ke Pekanbaru untuk dipekerjakan sebagai PSK. Perjalanan ke Pekanbaru diketahui saat korban menghubungi orang tuanya.

Dua pria ditangkap polisi karena menjanjikan membawa ABG di Cilegon untuk dijadikan PSK di Pekanbaru, Riau. (M Iqbal/detikcom)Kedua pelaku ditangkap usai ortu korban melapor ke polisi. (M Iqbal/detikcom)

"Anak pelapor menghubungi pelapor saat itu si anak berada di perjalanan dengan menggunakan minibus dengan mengarah ke Pekanbaru, Riau, serta korban ini merasa ditipu yang awalnya mengajak kerja di Serang, Banten, namun mobilnya mengarah ke Pekanbaru," ujarnya.

Usai mengetahui anaknya dibawa ke luar daerah, orang tua korban melaporkan kasus tersebut ke polisi dengan laporan penculikan. Setelah diselidiki polisi, kasus itu ternyata masuk kategori tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

"Jadi korban tadi awalnya ditawari atau diajak untuk kerja di butik di Serang, kemudian oleh kedua pelaku dibawa ke Pekanbaru untuk dipekerjakan di lokalisasi yang ada di Beringin, Pekanbaru," kata dia.

Usai ditemukan polisi, korban dibawa ke Cilegon dan dipertemukan orang tuanya. Kepada polisi, korban bercerita soal kasus dan ciri-ciri pelaku membawanya untuk dipekerjakan sebagai PSK.

"Setelah dilakukan penyelidikan, penyidik Satreskrim Polres Cilegon unit PPA di-back-up tentunya oleh Resmob melakukan penangkapan terhadap pelaku berinisial HF di sekitar Jalan Lingkar Selatan dan pelaku berinisial NM di Pelabuhan Merak saat hendak menyeberang ke Bakauheni," tuturnya.

Pelaku berinisial HF disangkakan Pasal 2 ayat 1 UU RI Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan TPPO karena diduga kuat menjual gadis tersebut. Sementara itu, pelaku NM disangkakan Pasal 10 UU RI Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan TPPO, Pasal 83 UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak karena diduga mengantarkan korban menuju tempat lokalisasi. Keduanya terancam pidana maksimal 15 tahun penjara.

(jbr/jbr)