Polemik Paris Fashion Week, Ini yang Disesalkan Komisi X DPR

Eva Safitri - detikNews
Selasa, 08 Mar 2022 17:13 WIB
Wakil Ketua Komisi X DPR dari Golkar, Hetifah Sjaifudian (Dok. Istimewa)
Wakil Ketua Komisi X DPR dari Golkar, Hetifah Sjaifudian (Dok. Istimewa)
Jakarta -

Brand Indonesia yang pergi ke Paris tengah disorot karena klaim memeriahkan Paris Fashion Week (PFW). Wakil Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian mengatakan hal itu terjadi karena kesalahpahaman antara penyelenggara Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) dan influencer.

"Saya meyakini bahwa hal tersebut hanya kesalahpahaman saja. Pasalnya, dari awal Gekrafs tidak menyatakan ikut ambil bagian di event utama Paris Fashion Week dari FHCM (selaku organisasi resmi penyelenggara Paris Fashion Week)," kata Hetifah kepada wartawan, Selasa (8/3/2022).

Namun, menurutnya, tidak ada yang salah dengan hal itu. Sebab, dia menilai Gekrafs sudah menyatakan acara yang diikuti brand-brand tersebut adalah Paris Fashion Show during Paris Fashion Week.

"Namun, di sekitar gelaran Paris Fashion Week FHCM tersebut ada beberapa fashion show juga dan di situlah Gekrafs berpartisipasi. Oleh karena itu, Gekrafs menyatakan berpartisipasi dalam 'Gekraf Fashion Show During Paris Fashion Week'," ujarnya.

Hanya, Waketum Golkar ini menyayangkan komunikasi penyelenggara dengan influencer. Menurutnya, briefing yang dilakukan tidak detail sehingga timbul kegaduhan.

"Yang disayangkan, sepertinya briefing kepada influencer atau bagian social media kurang mendalam. Sehingga terjadi salah penyebutan dan timbul kegaduhan seperti ini," kata Hetifah.

Lebih lanjut, Hetifah mendukung adanya produk-produk lokal yang turut berpartisipasi dalam event di Paris. Dia berharap sistem komunikasi dapat dievaluasi untuk gelaran selanjutnya.

"Pada prinsipnya, saya mendukung produk-produk lokal Indonesia yang turut menjajal pekan fashion di Paris. Saya harap ke depannya miskomunikasi seperti ini dapat dihindari dan kita dapat fokus pada pengembangan potensi produk Ekraf Indonesia," ucapnya.

Simak penjelasan Gekrafs terkait polemik tersebut