Penumpang Pesawat di Soetta Dukung Tes Corona Dihapus: Tak Membebankan

Khairul Ma'arif - detikNews
Selasa, 08 Mar 2022 16:52 WIB
Penumpang pesawat di Bandara Soekarno Hatta (Soetta) menyambut positif penghapusan hasil swab antigen atau PCR sebagai syarat penerbangan.
Suasana di Bandara Soetta, Selasa (8/3/2022). (Khairul/detikcom)
Tangerang -

Penumpang pesawat di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) menyambut positif penghapusan hasil swab antigen atau PCR sebagai syarat penerbangan. Para penumpang sangat mendukung penghapusan hasil tes COVID-19 tersebut sebagai syarat naik pesawat.

"Menurut saya sih baguslah bisa dihapuskan. Bisa lebih tidak terlalu membebankanlah. Lebih setuju ditiadakan," ujar seorang penumpang, Rubiyanto, saat ditemui di Terminal 2 Bandara Soetta, Selasa (8/3/2022).

Rubiyanto mengaku hari ini dia hendak terbang menuju Palembang untuk bekerja. Untuk penerbangannya kali ini ia masih membawa hasil negatif swab antigen.

"Ya tahu sih aturan itu dari media sosial. Tetapi persiapan doang sih takut masih ditanyain kan di sininya," tambahnya.

Ada juga penumpang lainnya, Nova, yang menganggap penerapan aturan ini akan lebih banyak dampaknya untuk penumpang pesawat. Dia juga tidak khawatir akan tidak adanya tes tersebut dengan penyebaran virus COVID-19.

Penumpang pesawat di Bandara Soekarno Hatta (Soetta) menyambut positif penghapusan hasil swab antigen atau PCR sebagai syarat penerbangan.Penumpang pesawat di Bandara Soetta menyambut positif penghapusan hasil swab antigen atau PCR sebagai syarat penerbangan. (Khairul/detikcom)

"Banyak sih Mas sebenarnya dampaknya. Orang males berangkat kan salah satunya terkendala itu. Biaya. Oh nggak. Kan di aturan itu udah jelas yang sudah vaksin ya, Apalagi yang udah booster tuh kita yakin aja. Untuk apa sih vaksin itu, ya untuk melindungi kan salah satunya. Insyaallah amanlah bagi kesehatan," ungkapnya.

Nova yang hendak menuju Bangka Belitung ini sangat mendukung aturan terbaru tersebut. Namun, untuk penerbangannya kali ini, ia masih menyiapkan hasil swab PCR untuk berjaga-jaga.

"Artinya untuk mendukung program pemerintahan juga setuju. Ada yang bilang diterapin tapi saya ambil amannya mending saya PCR lagi. Soalnya itu kan baru kayak penyampaian aja gitu. Belum kaya tertulis gitu. Kalau sudah ada edaran di setiap seluruh Indonesia ya mungkin artinya memang sudah kepake," tuturnya.

Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya: