ADVERTISEMENT

Kapolri Pantau Operasi Pasar Minyak Goreng Murah di GOR Radio Dalam Jaksel

M Hanafi Aryan - detikNews
Selasa, 08 Mar 2022 15:06 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memantau operasi pasar minyak goreng di GOR Radio Dalam
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memantau operasi pasar minyak goreng di GOR Radio Dalam (Hanafi/detikcom)
Jakarta -

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memantau operasi pasar minyak goreng murah di GOR Radio Dalam, Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Ada 10.000 liter minyak goreng yang didistribusikan polisi dalam kegiatan operasi pasar ini.

Pantauan detikcom, Selasa (8/3/2022), Jenderal Sigit tampak berbicara dengan masyarakat yang membeli minyak goreng. Kapolri didampingi Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran dan Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Budhi Herdi.

Dalam kegiatan tersebut, Polres Jakarta Selatan mendistribusikan 10.000 liter minyak goreng. Minyak goreng dijual dengan harga Rp 14.000 per liter.

"Jadi hari ini kita menyiapkan hingga 10.000 liter minyak yang akan kita distribusikan kepada masyarakat di sekitar wilayah ini. Alhamdulillah tadi tidak ada antrian, masyarakat juga bisa tertib dan bisa terlayani dengan baik," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Budhi Herdi yang turut hadir di lokasi.

Program yang sudah berlangsung sejak lima hari itu telah mendistribusikan setidaknya 130.000 liter minyak goreng kepada warga. Menurutnya, hal ini perlu lantaran banyaknya pedagang yang menjual minyak goreng dengan harga tinggi.

"Hitungan terakhir itu sudah menembus di angka 130.000 liter sampai dengan hari kelima ini. Mudah-mudahan bisa membantu masyarakat untuk mendapatkan minyak goreng dengan harga sesuai dengan ketentuan pemerintah," tambahnya.

Warga membeli minyak goreng murah di operasi pasar di GOR BRI, JakselWarga membeli minyak goreng murah di operasi pasar di GOR BRI, Jaksel (Hanafi/detikcom)

Warga Antusias

Puluhan warga sudah datang mengantre di operasi pasar minyak goreng yang digelar Polres Metro Jakarta Selatan ini. Seorang pedagang bernama Kamal bahkan rela menunggu sejak pukul 08.00 WIB, Selasa (8/3/2022).

"Baru tahu hari ini dari tetangga. Saya tinggal di Jl Rambai, Taman Puring," kata Kamal di lokasi.

Dia bercerita kelangkaan dan tingginya harga minyak goreng yang terjadi di daerahnya sehingga dia rela mengantre demi mendapatkan selisih harga yang lebih murah.

"Iya sempat nyari, emang mahal. Ada juga yang Bimoli aja sampai Rp 40 ribu lebih. Ya mumpung murah kan. Kalau di warung biasanya paling murah itu Rp 35 ribu per 2 liter, selisihnya Rp 7.000 kan," lanjutnya.

Sebagai pedagang, nantinya minyak goreng yang dibelinya ini akan digunakan untuk usahanya. Tidak hanya itu, minyak tersebut juga akan digunakan untuk keperluan rumah tangga.

"Saya kan pedagang. Iya untuk usaha sama rumah tangga juga. Makanya saya ajak anak biar bisa 2 (botol)," ujarnya.

(mea/mea)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT