Dear Warganet, Ini Pesan BSSN Sikapi Perang Siber Rusia Vs Ukraina

Dwi Rahmawati - detikNews
Senin, 07 Mar 2022 19:52 WIB
Ilustrasi keamanan siber
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Jakarta -

Tak hanya di medan tempur, konflik antara Rusia dan Ukraina juga terus bergulir di ranah siber. Menanggapi hal itu, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) meminta masyarakat Indonesia untuk netral dan tidak memihak salah satu kubu.

"BSSN mengimbau mengimbau kepada masyarakat dan komunitas siber untuk tidak ikut melakukan aktivitas yang mendukung salah satu pihak," Kepala Badan Siber dan Sandi Negara, Letjen TNI (Purn) Hinsa Siburian saat konferensi pers, Senin (7/3/2022).

Hal ini ditekankan supaya masyarakat Indonesia tak terjebak dalam konflik di ruang siber. Sikap masyarakat yang netral dinilai menjadi salah satu cermin menjunjung perdamaian yang diperjuangkan di forum PBB.

"Konflik Rusia-Ukraina saat ini telah melibatkan penggunaan ruang dan potensi sumber sehingga dampaknya harus diperhitungkan karena sudah tidak bergantung lagi pada wilayah, ruang, dan waktu," sambungnya.

"Tetap dapat menjunjung tinggi salah satu pilar keamanan siber yang sedang diperjuangkan di forum PBB yaitu 'Responsible State Behaviour in Cyber Space'," ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, Ukraina akan membentuk tentara siber untuk melawan serangan dunia maya dari Rusia. Hal tersebut diungkapkan Wakil Perdana Menteri Ukraina Mykhailo Fedorov.

Dilansir Reuters, Minggu (27/2/2022) pembentukan ini menyusul permintaan pemerintah Ukraina beberapa waktu lalu agar para peretas (hacker) bawah tanah membantu melindungi infrastruktur penting dan melancarkan misi mata-mata dunia maya terhadap pasukan Rusia.

"Kami sedang menciptakan tentara siber," tulis Fedorov dalam tweet yang ditautkan ke saluran aplikasi pesan Telegram yang menerbitkan daftar situs web Rusia terkemuka.

"Akan ada tugas untuk semua orang. Kami terus berjuang di front cyber. Tugas pertama ada di saluran untuk spesialis cyber,"

Saluran Telegram tersebut mencantumkan 31 situs web milik bisnis besar Rusia dan organisasi-organisasi terkait Rusia, termasuk raksasa energi Gazprom (ELGZI.MM), produsen minyak terbesar kedua Rusia Lukoil, tiga bank dan beberapa situs web pemerintah.

Simak video 'Detik-detik Jet Tempur Rusia Jatuh dan Terbakar di Kharkiv':

[Gambas:Video 20detik]



(isa/isa)