ADVERTISEMENT

Melandai, Pasien Masuk RSDC Wisma Atlet Hari Ini Didominasi Jemaah Umroh

Anggi Muliawati - detikNews
Senin, 07 Mar 2022 19:41 WIB
bed occupancy rate (BOR) atau keterisian tempat tidur isolasi COVID-19 nasional sudah menurun drastis. Salah satunya di Wisma Atlet.
RSDC Wisma Atlet (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Jumlah pasien di Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran dan Pademangan mengalami penurunan. Saat ini tingkat keterisian tempat tidur (bed occupancy rate/BOR) di kedua RSDC Wisma Atlet adalah 24%.

Koordinator RSDC Wisma Atlet, Mayjen TNI Budiman, mengatakan jumlah pasien di kedua Wisma Atlet ada sebanyak 2.998 orang. Sebanyak 2.538 dirawat di Wisma Atlet Kemayoran dan 460 pasien dirawat di Wisma Atlet Pademangan.

"Dari jumlah hunian kita saat ini, sampai sore ini dari Kemayoran dan Pademangan itu 24%, artinya saat ini gejala yang ringan 1.876 atau 63 persen, gejala sedang 82 orang atau 3 persen, gejala berat 9 orang atau kurang dari 1 persen, dan kita merawat asimtomatik, akan tetap ia memiliki komorbid yaitu 33 persen," kata Mayjen Budiman kepada wartawan di Wisma Atlet Kemayoran, Senin (7/3/2022).

Tercatat ada 432 pasien masuk yang didominasi pelaku perjalanan luar negeri (PPLN). Sedangkan pasien keluar sebanyak 321.

Koordinator RSDC Wisma Atlet, Mayjen TNI Budiman dkkKoordinator RSDC Wisma Atlet, Mayjen TNI Budiman dkk (Anggi/detikcom)

"Pasien masuk dari 432 itu yang masuk 401 itu adalah PPLN, itu yang paling besar Arab Saudi dan Malaysia, dari Ukraina ada satu, tapi umroh kebanyakan," katanya.

Budiman mengatakan pasien di Pademangan adalah pasien dengan asimtomatik berkomorbid yang terkontrol. Sedangkan untuk pasien asimtomatik berkomorbid yang tidak terkontrol dirawat di Wisma Atlet Kemayoran.

"Kalau yang tidak bergejala komorbid, dia positif tapi terkontrol, dia dirawat di Pademangan, tapi kalau yang tidak terkontrol disini, kami rawat di RSDC Kemayoran. Di RSDC ada yang bergejala komorbid ada juga yang ringan, sedang, dan berat," katanya.

Budiman mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap COVID-19 dan tidak lalai dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes). Selain itu, dia meminta untuk tidak menghindari karantina.

"Jangan lalai, jangan abai, jangan menyepelekan COVID, tapi juga jangan panik, tetap waspada, jangan takut vaksinasi," tuturnya.

Simak video 'Tambah 21.380, Ini Sebaran Kasus Baru Corona RI 7 Maret 2022':

[Gambas:Video 20detik]



(jbr/jbr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT