Polisi Ringkus Pelaku yang Edarkan Pestisida Palsu ke Bengkulu

Hery Supandi - detikNews
Senin, 07 Mar 2022 14:14 WIB
Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Sudarno (Dok. Istimewa)
Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Sudarno (Dok. Istimewa)
Bengkulu -

Seorang warga Sumatera Barat (Sumbar) berinisial ED ditangkap tim Ditreskrimsus Polda Bengkulu. ED ditangkap karena diduga memalsukan merek dagang salah satu jenis pestisida di Bengkulu.

Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Sudarno mengatakan aksi pemalsuan merek dagang salah satu produk pestisida ini telah dilakukan ED sejak November 2021. ED biasa mendistribusikan pestisida palsu itu ke agen atau toko pertanian di kawasan Padang Ulak Tanding (PUT), Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu.

"Modusnya tersangka ini membeli jenis pestisida dengan harga murah kemudian ia mengganti merek atau label produk tersebut dengan merek berkualitas premium. Satu botol pestisida ia mendapatkan untung Rp 15 ribu sampai Rp 16 ribu," kata Sudarno saat dimintai konfirmasi, Senin (7/3/2022).

Sudarno menjelaskan, ED membeli racun dengan harga Rp 40 ribu, lalu dijual kembali dengan harga Rp 58 ribu dengan cara mengganti merek pestisida yang asli. Adapun ED sebelumnya memiliki toko khusus menjual produk pertanian di wilayah Lubuk Linggau, Sumatera Selatan, yang kini izin operasinya sudah habis.

Sudarno membeberkan pengalaman ED dalam berjualan itu membuatnya memiliki pengetahuan mengenai pestisida. Maka ED memalsukan pestisida untuk meraup keuntungan.

"Tersangka ini melakukan pemalsuan merek pestisida di wilayah Rejang Lebong, ada sekitar 300 botol yang telah ia edarkan di Bengkulu," ungkapnya.

Akibat perbuatannya itu, ED dijerat dengan Pasal 121 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2019 tentang Sistem Budi Daya Pertanian Berkelanjutan. Selain menangkap ED, polisi menyita puluhan botol pestisida yang sudah diganti mereknya sebagai barang bukti.

(drg/drg)